Netral English Netral Mandarin
06:04wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Harga Emas Tergelincir 2,6 Dolar AS di Akhir Perdagangan, Ini Penyebabnya

Selasa, 27-Juli-2021 06:41

Ilustrasi Emas Batangan
Foto : Istimewa
Ilustrasi Emas Batangan
21

CHICAGO, NETRALNEWS.COM - Harga emas tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa 27/7/2021 pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut, karena investor menjadi bersikap hati-hati menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve (Fed), membayangi beberapa dukungan dari dolar yang lebih lemah. 

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di Divisi Comex New York Exchange, merosot 2,6 dolar AS atau 0,14 persen, menjadi ditutup pada 1.799,20 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (23/7/2021), emas berjangka jatuh 3,6 dolar AS atau 0,2 persen menjadi 1.801,80 dolar AS. 

Harga emas berjangka naik 2 dolar AS atau 0,11 persen menjadi 1.805,40 dolar AS pada Kamis (22/7/2021), setelah merosot 8 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.803,40 dolar AS pada Rabu (21/7/2021), dan terdongkrak 2,2 dolar AS atau 0,12 persen menjadi 1.811,40 dolar AS pada Selasa (20/7/2021).

 

The Fed akan memulai pertemuan kebijakan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Selasa waktu setempat dan mengeluarkan pernyataan kebijakan moneter pada Rabu (28/7/2021) ketika pertemuan ditutup. Para pembuat kebijakan diperkirakan akan membahas rencana seputar memperlambat laju pembelian obligasi bulanan The Fed. 

"Kekhawatirannya sekarang adalah bahwa kita akan mendapatkan petunjuk pertama yang belum tentu kenaikan suku bunga tetapi pengurangan seperti apa yang dibayangkan Fed untuk neracanya, dan itu bisa menjadi pemicu suku bunga untuk bergerak lebih tinggi," kata Analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir. 

Namun Meir mengatakan hal itu tidak mungkin akan mendorong penurunan berkelanjutan pada emas, dengan logam menarik dukungan dari Bank Sentral Eropa yang dovish, Fed yang saat ini akomodatif, stimulus fiskal yang besar dan inflasi yang lebih tinggi. 

Baik ECB maupun Fed telah menyatakan mereka akan menjaga kebijakan moneter akomodatif untuk beberapa waktu. 

Namun Han Tan, analis pasar di Exinity Group, mengatakan bahwa jika Komite Pasar Terbuka Federal yang menetapkan kebijakan memberikan rincian lebih lanjut tentang rencana tapering (pengurangan pembelian obligasi), emas dapat menguji posisi terendah Juni di 1.750-1.770 dolar AS. 

Penurunan emas terjadi meskipun dolar lebih lemah dan sedikit penurunan dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS yang dijadikan acuan. 

Sementara itu Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Senin (26/7/2021) bahwa penjualan rumah baru AS turun 6,6 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 676.000 unit pada Juni, menawarkan beberapa dukungan bagi emas. 

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 8,5 sen atau 0,34 persen, menjadi ditutup pada 25,318 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 8,6 dolar AS atau 0,81 persen, menjadi ditutup pada 1.070 dolar AS per ounce.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli