Netral English Netral Mandarin
09:25wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Harga Emas Tergerus 3,80 Dolar AS di Akhir Perdagangan  

Kamis, 18-Maret-2021 08:50

Ilustrasi Emas Batangan
Foto : Istimewa
Ilustrasi Emas Batangan
20

CHICAGO, NETRALNEWS.COM  - Harga emas melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis 18/3/2021 pagi WIB), setelah membukukan kenaikan dua hari berturut-turut, karena investor melakukan konsolidasi menjelang pengumuman hasil pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang dapat memberikan indikasi tentang apa yang akan dilakukan bank sentral tentang melonjaknya imbal hasil obligasi AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, tergerus 3,8 dolar AS atau 0,22 persen, menjadi ditutup pada 1.727,10 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (16/3/2021), emas berjangka menguat 1,7 dolar AS atau 0,1 persen menjadi 1.730,90 dolar AS per ounce.

Harga emas berjangka juga terangkat 9,40 dolar AS atau 0,55 persen menjadi 1.729,20 dolar AS pada Senin (15/3/021), setelah terkikis 2,80 dolar AS atau 0,16 persen menjadi 1.719,80 dolar AS pada Jumat (12/3/2021), dan naik tipis 0,8 dolar AS atau 0,05 persen menjadi 1.722,60 dolar AS pada Kamis (11/3/2021).

Pengumuman FOMC setelah pasar ditutup mengindikasikan bahwa Federal Reserve bertujuan untuk mencapai inflasi secara moderat di atas 2,00 persen untuk jangka waktu tertentu.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan inflasi sementara tidak akan memenuhi standar Fed untuk setiap perubahan kebijakan.

Bank sentral juga mengulangi janjinya untuk mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol untuk tahun-tahun mendatang, dan memperkirakan ekonomi AS tahun ini akan tumbuh 6,5 perseni, terbesar sejak 1984, serta pengangguran turun menjadi 4,5 persen pada akhir tahun.

"Salah satu poin penting adalah bahwa Fed perlu melihat hasil dalam hal pertumbuhan ekonomi, inflasi dan lapangan kerja sebelum mereka bergerak menaikkan suku bunga dan bukan perkiraan dan itu akan mendukung emas dalam waktu dekat," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Emas mendapat dukungan dari penurunan dolar 0,5 persen, membuat emas dalam mata uang greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Emas juga setelah penutupan pasar reguler dalam e-trading sebagai respon atas pengumuman kebijakan Federal Reserve.

"Salah satu alasan mengapa pasar obligasi sejauh ini tidak terlalu terkesan, yang dapat membantu mendukung dolar dan menutup reli emas," kata Tai Wong, seorang pedagang di bank investasi BMO di New York, menunjuk ke meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah AS. 

Imbal hasil acuan (obligasi AS 10-tahun) tetap tinggi setelah Fed memproyeksikan lonjakan pertumbuhan ekonomi tanpa kenaikan suku bunga hingga 2023.

Emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS telah menantang status itu karena diterjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Emas kurang menarik bagi investor karena imbal hasil didorong oleh tingkat nominal alih-alih ekspektasi inflasi, kata ahli strategi komoditas TD Securities, Daniel Ghali.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 5,5 sen atau 0,21 persen menjadi ditutup pada 26,058 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April jatuh 19,8 dolar AS atau 1,62 persen menjadi menetap pada 1.199,30 dolar AS per ounce. 

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli