Netral English Netral Mandarin
21:44wib
Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah. Baca artikel CNN In Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212.
Hari Sumpah Pemuda, Presiden Jokowi: Ayo Bersatu, Bangkit dan Tumbuh Bersama untuk Indonesia Maju!

Kamis, 28-Oktober-2021 17:15

Presiden Jokowi
Foto : Istimewa
Presiden Jokowi
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - "93 tahun lalu, pemuda berikrar untuk Indonesia yang satu. Bukan karena keseragaman, tetapi karena keberagaman. Bukan karena budaya yang sama, tetapi karena tekad yang sama."

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93, Kamis (28/10/2021) hari ini.

"Suku, bahasa, warna kulit, bahkan agama yang berbeda bukan halangan untuk membangun satu Indonesia,” sambung Presiden Jokowi, seperti disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Hingga kini, lanjut Presiden, ikrar para pemuda pada 93 tahun lalu itu tetap menjadi perekat untuk bersatu menghadapi dunia yang berubah dan zaman yang berganti.

"Kini Indonesia harus kuat bersatu menghadapi dunia yang sedang berubah. Zaman telah berganti dari serba analog menjadi serba digital. Anda para pemuda adalah lahir, tumbuh dan dewasa di era digital. Kita para generasi pendahulu adalah warga pendatang. Migran digital," ujarnya.

Presiden menambahkan, di era digital ini, pemuda memiliki peran sentral menjadi pemimpin perubahan. Pemuda adalah kekuatan terbesar dari bonus demografi bangsa Indonesia yang memiliki jiwa pemberani untuk mengambil risiko dan merebut peluang yang ada, serta inovatif.

"Pemuda adalah para pemberani untuk mengambil resiko dan merebut peluang- peluang. Pemuda menjadi yang terdepan dalam menemukan cara-cara baru yang inovatif. Pemuda adalah pemimpin- pemimpin perubahan, pemimpin di era digital," jelas Presiden.

"Pemuda mestinya tidak dibatasi usia. Usia bukan batasan, bukan pula jaminan. Kita semua harus tetap muda. Yang muda harus terus bekali diri dengan yang terkini, yang terbaru. Generasi sebelumnya harus terus meremajakan diri, mengadopsi cara-cara baru dalam berpikir dan bekerja," jelas Presiden.

Kepala Negara menambahkan, prestasi pemuda Indonesia, seperti tumbuhnya start-up yang sukses menjadi pemain global merupakan bukti dari kekuatan pemuda. Selain itu, karya dan prestasi anak bangsa di kancah global juga makin bertambah.

“Karya-karya musisi dan seniman-seniman muda Indonesia yang punya reputasi dunia semakin banyak, semakin bertambah. Prestasi besar atlet pemuda kita mengharumkan nama bangsa,” terangnya.

Dalam dunia yang penuh disrupsi, Presiden berpandangan bahwa saat ini merupakan waktu bagi para kaum muda menjadi pemimpin untuk memenangkan kompetisi. Saatnya pemuda menjadi pemimpin yang berani mengambil inisiatif, tetapi tetap humanis.

“Pemimpin yang mau terus belajar kepada siapa saja, tentang apa saja, dan yang terlebih penting pemimpin yang siap berkontribusi untuk kemajuan Indonesia,” imbuhnya.

Presiden Jokowi memahami bahwa tidak semua pemuda Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan tinggi, memahami dunia yang penuh disrupsi, memahami dunia yang menuju ke mana, dan memahami perkembangan IPTEK terbaru.

Meski demikian, pemuda Indonesia harus saling berbagi informasi, pengetahuan, dan keterampilan agar semua anak Indonesia dapat berkontribusi yang lebih besar kepada kemanusiaan dan kemajuan bangsa.

“Itulah esensi kepemimpinan. Kepemimpinan adalah membantu yang tidak bisa menjadi bisa dan membantu yang sudah bisa menjadi lebih bisa lagi,” tandasnya.

"Selamat Hari Sumpah Pemuda yang ke-93. Ayo kita bersatu, bangkit dan tumbuh bersama untuk Indonesia maju," ucap Presiden Jokowi menutup pidatonya.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi