Netral English Netral Mandarin
21:38wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Haris Kesal, LBP Tak Tanggapi Adu Data Bisnis Emas di Papua, Netizen: Adu Data ya di Persidangan

Kamis, 23-September-2021 08:25

Haris Azhar dan Luhut Binsar Pandjaitan
Foto : Kolase Istimewa
Haris Azhar dan Luhut Binsar Pandjaitan
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Haris Azhar kesal dan menuding Luhut Binsar Pandjaitan tidak memiliki itikad baik untuk adu data terkait bisnis emas di Papua.

Hal itu menarik perhatian warganet. Akun FB Mak Lambe Turah ikut memberikan komentar pedas.

“Adu data yang paling adil adalah di persidangan, disiarkan live hingga sampai keputusan hakim daripada adu data debat kusir hanya bikin riuh ditengah masyarakat. Menurut kalian gimana?” cuit MLT, Kamis 23 September 2021.

Seorang netizen bernama Ani Purbalingga ikut berkomentar.

“Pak Luhut udh benr kl emng nmany d cemrkn ya udh lapr polisi dr pd ngmng panjng pendk d medsos,” katanya.

Untuk diketahui, Kuasa hukum aktivis Haris Azhar, Nurkholis Hidayat mengatakan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tidak menunjukan itikad baik sejak awal. Hal ini menanggapi laporan Luhut ke polisi terhadap Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulida.

"Kita tidak melihat ada itikad baik dari awal dari pihak LBP untuk menyelesaikan persoalan ini," ujar Nurkholis dalam webinar, Rabu (22/9).

Kasus ini berawal dari unggahan di akun YouTube milik Haris Azhar. Terkait laporan YLBHI, Walhi, Pusaka Bentala Rakyat, Walhi Papua, LBH Papua, KontraS, JATAM, Greenpeace Indonesia, dan Trend Asia. Isinya membahas bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi wilayah Intan Jaya Papua.

Nurkholis menyesalkan laporan dari pihak Luhut. Sebab, dari awal tidak ada itikad baik yang ditunjukkan. Pihak Haris Azhar dituduh melakukan fitnah, namun kubu Luhut tidak menyanggupi diminta adu data.

"Kita justru mempertanyakan itikad baik dari pihak LBP yang berkali-kali, yang sebenarnya tidak menunjukan apa yang kita minta terkait dengan adu data yang kita miliki," ujar Nurkholis.

Dalam tiga kali somasi yang dilakukan Luhut, pihak Haris Azhar memberikan jawaban, menjelaskan maksud, tujuan, motif, hingga bukti yang diminta. Namun, dari kubu Luhut tidak memberikan tanggapan termasuk menunjukkan data dan informasi yang dianggap fitnah.

Termasuk pihak Haris Azhar mengajukan undangan pertemuan pada 14 September, namun pihak Luhut tidak datang.

"Kami mengajukan undangan untuk pertemuan pada tanggal 14 September yang lalu itu juga mereka tidak datang," ujar Nurkholis. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati