Netral English Netral Mandarin
09:46wib
Sejumlah Guru Besar meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Firli Bahuri Cs. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkelakar bakal menjadi tim sukses Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2024 mendatang.
Harus Menjalankan Isoman di Rumah? Ini yang Harus Kamu Lakukan 

Selasa, 23-Maret-2021 13:50

Ilustrasi isolasi mandiri di rumah.
Foto : Istimewa
Ilustrasi isolasi mandiri di rumah.
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Tidak semua pasien positif Covid-19 mendapatkan perawatan di rumah sakit. Bagi yang bergejala ringan atau bahkan tanpa gejala, dianjurkan untuk mejalankan isolasi mandiri (isoman) di rumah. 

Saat menjalankan isoman di rumah, berarti lingkaran kasus covid-19 juga semakin dekat dengan lingkungan kita. Untuk itu, pasien termasuk keluarganya yang tidak terkonfirmasi positif harus mengetahui dan melaksanakan prosedur isolasi mandiri yang benar yaitu dengan tidak sekamar dengan penderita dan menjalankan prosedur masker serumah.

Senior Manager Health Claim Sequis, Dr. Yosef Fransiscus mengatakan mereka yang tidak bergejala dan melakukan isoman disarankan untuk mengacu pada Centers for Disease Control and Prevention. 

Orang yang tinggal serumah dengan pasien juga harus melakukan screening dengan melakukan SWAB Test untuk mendeteksi potensi paparan covid-19. 

“Walau hasil tes dinyatakan negatif, sebaiknya orang serumah tidak bepergian setidaknya 14 hari setelah kontak dekat terakhir dengan penderita atau 14 hari setelah penderita telah memenuhi kriteria dari dokter untuk mengakhiri isoman di rumah. Pasien dan orang serumah harus ekstra hati-hati dan ketat menerapkan protokol kesehatan. Saat melakukan isolasi di rumah, usahakan agar pasien jauh dari jangkauan orang lain, terutama lansia dan anak-anak termasuk juga hewan peliharaan” sebut dr. Yosef dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (23/3/2021) di Jakarta.   

Pasien pun diminta tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan pertolongan medis. “Demi meminimalkan pasien keluar ruangan isolasi sebaiknya pasien dan keluarga memiliki kontak perawatan medis darurat jika mengalami hal-hal yang mengganggu kenyamanan tubuh saat melakukan isoman dan menyiapkan oximeter, tabung oksigen, dan nebulizer untuk persiapan bila kesulitan bernapas. 

Ada baiknya pasien dan keluarga mencatat riwayat kemajuan atau kemunduran kesehatannya sehingga memudahkan saat berkonsultasi dengan dokter. Pasien sebaiknya mendapat pertolongan medis jika mengalami gejala kesulitan bernapas, merasa nyeri terus-menerus di dada, tidak mampu untuk bangun, bibir atau wajah kebiruan, atau jika terjadi gejala baru” imbuh dr. Yosef.

Dr. Yosef juga menegaskan soal prosedur isoman agar pasien melakukannya dengan benar sesuai yang disarankan dokter yang merawat. “Ikuti saran yang diberikan dokter saat berkonsultasi dan tetap terapkan protokol kesehatan ketat agar virus tidak menyebar ke sekitar rumah.

Pasien harus rajin mencuci tangan dengan sabun dan air serta hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci. Selama melakukan isolasi mandiri, pasien harus mengonsumsi makanan bergizi serta mengonsumsi semua obat dan vitamin yang direkomendasikan oleh dokter. secara tertib dan teratur,” sebut dr. Yosef.

Soal kebersihan, dr. Yosef menyarankan agar pasien menggunakan peralatan dan perlengkapan terpisah dari anggota keluarga lain, misalnya menggunakan kamar mandi dan alat makan. Sediakan perlengkapan pribadi dan alat kebersihan pribadi dalam jumlah yang cukup, seperti tisu, handuk, botol minum, termos air panas, dan disinfektan. 

Pasien dapat membersihkan sendiri barang yang ia pakai dan ruangan isolasinya, tetapi jika memerlukan bantuan orang lain maka gunakan masker, sarung tangan sekali pakai, lakukan disinfeksi terutama pada area yang mungkin terdapat cairan tubuh. Termasuk juga jika harus mencuci pakaian pasien, jangan campur dengan pakaian anggota keluarga lain, lebih baik menggunakan pakaian dalam disposable yang bisa dibuang dalam bungkusan plastik terikat, kenakan sarung tangan sekali pakai saat menangani cucian kotor jika perlu, dan berjemur di bawah sinar matahari sesering mungkin. 

Bersihkan dan desinfeksi keranjang pakaian, cuci tangan, dan segera mandi. Sediakan juga tempat sampah di dekat pasien dan gunakan tempat sampah berlapis. Saat membersihkan sampah, gunakan sarung tangan sekali pakai dan cuci tangan setelahnya.

Mengakhiri penjelasan dari Sequis, dr. Hendra mengimbau masyarakat untuk memiliki asuransi kesehatan sebagai jaring pengaman finansial dan melakukan pembayaran premi tepat waktu agar sewaktu dibutuhkan maka manfaat polis dapat langsung digunakan. Sebab, pandemi covid-19 masih berlangsung dan telah ditetapkannya new normal. Sementara akibat yang ditimbulkan dapat berdampak pada kesehatan hingga finansial keluarga.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan HP