Netral English Netral Mandarin
04:22wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Haruskah Pelaku Pelecehan Seksual Dimaafkan? Simak Ulasan Ini

Senin, 06-September-2021 15:43

Pedangdut Saipul Jamil
Foto : Instagram
Pedangdut Saipul Jamil
33

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Akademisi Universitas Pancasila Ade Iva Wicaksono mengungkapkan seperti apa memperlakukan pelaku kejahatan seksual. Pertanyaannya apakah, pelaku bisa dimaafkan? 

Menurut Ade, kalau pelaku hanya bisa dimaafkan oleh korban dengan jaminan tanpa adanya intervensi atau menekan secara pikiran. Apalagi, bertanggungjawab secara perundungan seksual.

"Kedua, pemaafan & penerimaan pelaku BUKAN OLEH KORBAN dapat berarti jaminan untuk menekan korban agar tetap diam, gangguan terhadap kesejahteraan korban & yg mengerikan adalah melepaskan pelaku perundungan sexual dr tanggung jawab. Mengerikan akibatnya," tulis dosen Fakultas Psikologi itu lewat akun resmi twitternya, Jakarta, Senin (6/9/2021).

"Ketiga, jd boleh dimaafkan atau tidak? Pemaafan adl proses yg sangat personal, seorang korban (& keluarganya) tidak bisa dipaksa u/ memaafkan & menerima korban. Apa yg telah dilakukan stasiun2 TV dg memberikan kesempatan SJ muncul di TV melanggar hak2 korban kekerasan seksual," tulisnya dalam utas.

Preventing Sexual Violence (La Fond, 2005) tegas menyatakan bhw hak warga masy untuk hidup aman dr kekerasan sexual harus dijamin. Dg memberikan penerimaan tanpa batas spt dilakukan stasiun2 TV Indonesia, ini artinya pelanggaran  thd hak2 warga masy. JADI kemarahan warga sgt wajar

Menurutnya, kalau berkaca pada beberapa negara kalau mantan Napi pencabulan masih harus diawasi oleh negara.

Selain itu, biasanya lembaga negara terkait memberikan perlindungan kepada korban di wilayah terjadi kejahatan seksual tersebut.

"Itu mengapa di beberapa negara, semua sex offenders yg sudah keluar penjara harus didaftarkan (mandatory registration), & negara mengadakan community protection program dimana si predator berada," tulisnya.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli