Netral English Netral Mandarin
18:24wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Hati-hati Banyak Mengonsumsi Es Batu, Ini Efek Buruknya

Jumat, 08-Oktober-2021 13:20

Jangan banyak mengonsumsi es batu.
Foto : Natural.
Jangan banyak mengonsumsi es batu.
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Apakah anda gemar memakan es batu? Baik yang diambil langsung dari lemari es ataupun dari minuman dingin yang dikonsumsi. Jika ya sebaiknya segera kurangi kebiasaan tersebut, karena terlalu sering memakan es batu dapat mengganggu kesehatan. 

Saat cuaca terik pastilah tenggorokan akan terasa kering. Mengonsumsi minuman yang diberikan es pasti dapat menyegarkan dahaga. Mengonsumsi es batu sendiri bukanlah hal yang biasa. Tidak sedikit anak-anak ataupun orang dewasa suka melakukannya.

Namun alih-alih untuk menyegarkan tubuh, kebiasaan ini tidak boleh dilakukan terlalu sering karena dapat memicu sejumlah masalah kesehatan.

Dikutip dari website alodokter, memakan es batu terlalu sering dapat mengganggu kesehatan pada gigi. Gigi memanglah bagian tubuh yang terbilang cukup kuat, tapi akibat terlalu sering menggigit dan menghancurkan es batu akan membuat terkikisnya lapisan pelindung atau email gigi.

Selain itu, masalah lain akan timbul akibat pengolahan es batu yang kurang bersih dan tidak higienis. Jika es batu yang dimakan tidak bersih, dapat terjadi penularan berbagai kuman, virus, dan parasit pembawa penyakit, seperti gastroenteritis atau diare, demam tifoid, shigellosis, hepatitis A, dan kolera. Oleh karena itu, pastikan bahwa es batu yang dikonsumsi terjamin kebersihannya.

Adapun beberapa penyebab orang gemar mengonsumsi es batu, berdasarkan sumber dari SehatQ, diantaranya:

Dehidrasi

Dehidrasi kemungkinan terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan cairan. Masalah ini akan menyebabkan kita mengalami kehausan, pusing, urine berwarna gelap, dan kebingungan. Dengan memakan es batu pun digunakan sebagai solusi pereda dehidrasi, serta membantu menurunkan suhu tubuh pada panas matahari yang terik.

Anemia defisiensi besi

Anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi dalam darah sehingga jumlah sel darah merah tak mencukupi. Padahal zat besi sangat penting untuk membangun sel darah merah yang sehat.

Gejala yang dapat dirasakan ketika mengalami anemia defisiensi besi yaitu, kelelahan, pucat, pusing, palpitasi jantung, tangan dan kaki dingin, sesak napas, sakit dada, hingga lidah bengkak. Sebuah studi menunjukkan bahwa 13 dari 81 orang yang menderita anemia defisiensi besi menunjukkan gejala pagophagia (gemar makan es).

Sementara itu, beberapa penelitian percaya bahwa mengunyah es batu bisa memicu lebih banyak darah yang dikirim ke otak pada penderita anemia defisiensi besi. Hal ini membuat kadar oksigen dalam otak juga meningkat sehingga terjadi peningkatan kewaspadaan dan kejernihan dalam berpikir.

Pica

Pica adalah gangguan makan dimana seseorang secara kompulsif memakan sesuatu yang sebenarnya bukan makanan. Memakan es batu ataupun salju adalah salah satu jenih Pica. Jenis Pica ini disebut dengan istilah pagophagia.  

Masalah ini merupakan gangguan mental yang seringkali terjadi secara bersamaan dengan kondisi kejiwaan dan kecacatan intelektual lainnya, seperti autisme atau skizofrenia. Orang-orang dengan pagophagia tidak cukup hanya mengonsumsi satu buah es batu saja, mereka dapat mengonsumsi beberapa kantong es batu setiap harinya.

Masalah Emosional

Beberapa masalah emosi dapat mengakibatkan orang mengonsumsi es batu dalam jumlah yang tak sedikit. Misalnya saja, orang yang mengalami stres bisa lebih tenang dengan mengunyah es batu. Selain itu, perilaku obsesif kompulsif (OCD) juga bisa menjadi penyebabnya. Ini merupakan kondisi kesehatan mental yang mengarah pada perilaku kompulsif atau pikiran obsesif.

Kebiasaan makan es batu dapat dihentikan sesuai dengan penyebabnya. Jika hanya disebabkan oleh dehidrasi dan kepanasan kita bisa menggantinya dengan meminum air putih.

Namun, jika masalahnya disebabkan oleh defisiensi besi sebaiknya makan makanan yang mengandung banyak zat besi atau  mengonsumsi suplemen zat besi yang disertai dengan anjuran dokter.

Sementara, jika penyebabnya adalah pica, penanganannya bisa dengan psikoterapi atau pemberian obat-obatan antipsikotik jika gejalanya berkaitan dengan gangguan psikotik.

Meski demikian tidak semua orang yang gemar mengonsumsi es batu menandakan masalah kesehatan yang serius. Kebanyakan segelintir orang mengonsumsi es batu hanya untuk mendinginkan tubuh dan menghilangkan rasa panas di siang hari yang terik. 

Reporter : Kalingga Murda
Editor : Sulha Handayani