Netral English Netral Mandarin
02:59wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Heboh! Anggaran Formula E Tiba-tiba Jadi Lebih Murah, Netizen: Sim Salabim Adakadabra...

Kamis, 30-September-2021 14:06

Gubernur Anies Baswedan
Foto : Istimewa
Gubernur Anies Baswedan
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kabar bahwa anggaran Formula E yang dirancang Pemprov DKI Jakarta mendadak lebih murah ramai menjadi sorotan warganet. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, Kamis 30 September 2021, banyak netizen mempertanyakan hal ini kepada Gubernur Anies Baswedan.

MLT: “Sim salabim adakadabra...datanglah Nirmala dan tongkat ajaib...eh ko nirmala...si sirik kali.”

Musariyanto: “Kok bisa ya...entahlah.”

Aditya VR Pradita: “Salah hitung..kelebihan bayar.”

Gono Bae: “Duit negara kok malah dibuat main2 sama anies baswedan....wikwikkk.”

Doloksaribu Toto: “Adanya kelebihan bayar kata si gabernur.”

Yuliana Boedijono Lia: “Enek lah baca berita beginian terus tp juga kok kek nya nggak ada tindak lanjutnya . Kuat banget yeee pelindungnye wan abut ...setoran juga kenceng kali ya?”

Yoki Tjung: “Kelebihan bayar.. biasa itu mah..”

Sebelumnya diberitakan, Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra mengungkap adanya kejanggalan mengenai murahnya biaya Formula E yang disebut Pemprov DKI Jakarta.

Murahnya anggaran dinilai janggal lantaran saat melibatkan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) total pengeluaran saat itu mencapai triliunan rupiah. 

Sedangkan saat melibatkan swasta dan tidak lagi menganggarkan APBD, biaya penyelenggaraan Formula E tiba-tiba turun, atau hanya Rp 336,67 miliar per tahun, dari sebelumnya Rp 1,13 triliun.

"Waktu minta anggaran APBD biayanya mahal banget, tapi saat pakai uang swasta kok jadi murah banget? Ini jelas ada yang janggal dengan pengelolaan anggaran Formula E," ujar Anggara dalam keterangan tertulis, Rabu (29/9/2021).

Anggara mengatakan, Pemprov DKI Jakarta mempublikasikan commitment fee Rp 560 miliar yang bisa digunakan untuk 3 tahun, yaitu 2022 dan 2024.

Rata-rata commitment fee yang dibayar menjadi 186,67 miliar, biaya penyelenggaraan Rp 150 miliar per tahun dan tidak dipungut biaya bank garansi. 

Padahal dari kajian kelayakan yang diajukan pada pembahasan APBD 2020, Pemprov DKI membayar commitment fee Rp 360 miliar untuk tahun 2019 dan biaya pelaksanaan mencapai Rp 344 miliar ditambah bank garansi Rp 423 miliar.

Total biaya yang harus dibayar Pemprov DKI mencapai 1,13 triliun per tahun. Informasi yang dibuat Pemprov DKI terkait diskon besar-besaran biaya Formula E itu, menurut Anggara, justru menunjukan ada bau busuk dalam penyelenggaraan tersebut.

"Saat pembahasan APBD 2020, Pemprov DKI meminta anggaran Formula E Rp 1,13 triliun. Lalu setelah ditegur BPK, sekarang biayanya direvisi menjadi Rp 336,67 miliar. Itu berarti, ada percobaan mark up anggaran sebesar Rp 790,73 miliar," tutur Anggara dinukil Kompas.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani