Netral English Netral Mandarin
23:54wib
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memastikan kebijakan karantina berlaku untuk semua tim MotoGP 2022 tanpa terkecuali. Pemerintah memutuskan memberi nama ibu kota negara baru Indonesia dengan istilah Nusantara. Pemberian nama tersebut dinilai terkesan Jawa Sentris.
Heboh Bantuan Ganjar Dikembalikan, EK: Motifnya Cuma Politik Internal, Bukan Hanya Buruk, Sekaligus Norak

Sabtu, 15-January-2022 10:54

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo
Foto : Antara
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo
0

TEMANGGUNG, NETRALNEWS.COM - Heboh soal pengembalian bantuan GubernurJawa Tengah Ganjar Pranowo oleh  kader PDIP  membuat pegiat media sosial Eko Kuntadhi menyentil kader PDIP yang diduga mengintervensi bantuan tersebut. 

“Aneh ah. Masa ada orang dibantu, pengurus DPC tersinggung. Kalau mereka mau bantu, ya bantu aja. Agar yg susah makin diringankan. Menghalangi orang lain  berbuat baik, itu sikap yg buruk,” kata Eko Kuntadhi melalui akun Teitternya seperti dinukil NNC, Sabtu 15 Januari 2022.

“Apalagi motifnya cuma politik internal. Bukan hanya buruk. Sekaligus norak,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Temanggung, Sutikno sebelumnya menilai polemik pengembalian bantuan oleh Fajar Nugroho kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo disebabkan oleh adanya anggota partai yang tersinggung. 

Oleh karenanya, pengurus partai tersebut memberi arahan agar Fajar mengembalikan bantuan yang ia terima kepada Ganjar.

Sutikno sendiri mengakui dirinya sebagai pengurus partai merasa senang terhadap bantuan yang diberikan Ganjar kepada Fajar. Fajar sendiri juga senang karena rumahnya mau dibangun oleh Ganjar.

Namun masalah muncul lantaran ada pihak-pihak pengurus partai yang tidak terima. Alasan utamanya adalah mereka tersinggung karena unggahan di YouTube menyebut Fajar tinggal di rumah reyot.

"Ada pengurus partai yang tersinggung, katanya soal unggahan-unggahan di YouTube menyebut Fajar tinggal di gubuk reyot," ujar Sutikno dalam keterangan tertulis seperti dinukil NNC dari detik.com, Kamis (13/1/2022).

Dirinya menyebut alasan Fajar mengembalikan bantuan bisa jadi karena ada arahan dari pengurus partai PDIP lainnya.

"Mungkin karena disuruh atau apa dari pihak lain. Kita ga tau namanya tapi yang jelas pasti struktural partai merasa tidak rela," ungkapnya.

Hingga saat ini Sutikno pun masih belum mau menyebut nama salah satu anggota partai yang mengintervensi atau menyuruh Fajar mengembalikan bantuan.

"Yang jelas pengurus partai ini agak kesinggung, masalah unggahan di YouTube ucapan gubuk reyot," terangnya.

Diketahui, Ganjar mendatangi rumah Fajar yang merupakan salah satu kader PDIP Temanggung pada Minggu, (9/1). Ganjar datang ke rumah Fajar untuk memberikan bantuan sembako dan ingin merenovasi rumah Fajar agar menjadi layak huni.

Tak hanya itu, Ganjar juga memberikan hadiah kepada anak-anak Ganjar berupa mainan dan juga handphone. Ganjar juga menawarkan akan memberikan bantuan usaha peralatan bengkel dan alat cuci motor kepada Fajar. Saat itu, Fajar dan keluarga begitu senang dan bahagia menerima bantuan dari Ganjar.

Namun pada Rabu (12/1), Fajar membuat heboh karena berniat mengembalikan semua bantuan yang diberikan Ganjar. Bahkan, polemik semakin memanas ketika Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan pengembalian bantuan oleh Fajar itu karena Fajar ditekan oleh sejumlah pengurus DPC PDIP Temanggung atas perintah DPD PDIP Jateng.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi