Netral English Netral Mandarin
03:38wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Heboh Toa Bangunkan Sahur, MUI Angkat Bicara, Netizen: Kalau Zaskia Gak Mungkin Dituduh Penistaan

Jumat, 23-April-2021 16:35

Zaskia Adya Mecca
Foto : Brilio.net
Zaskia Adya Mecca
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di sosial media, banyak warganet gunjingkan aksi  Zaskia Adya Mecca mengkritik cara bangunkan sahur yang dianggap malah meresahkan. MUI pun angkat bicara.

Lucunya, di akun FB Mak Lambe Turah, justru ada netizen mengukur dengan membandingkan siapa yang mengkritik. Kalau Zaskia, menurutnya tak akan dituduh melakukan penistaan.

MLT: “Kalo Mak sepakat ama Zaskiah. Hayo siapa mau bully sini geh...”

Dennis Manullang: “Hebat. Intinya harus maklum. Gak masalah luh setuju atau gakBenar benar keberagaman."

Padmanegara: “Membangunkan sahur dengan toa - juga sangat mengganggu kekhusukkan orang-orang yang memilih meng-akhir-kan qiyamul lail atau tahajjud.”

Rafi Sani Hardo: “Kalau mbak Zaskia yg mengkritik mah aman, nggak mungkin dituduh penistaan agama, beda kalau golongan lain yg mengkritik.”

Sebelumnya diberitakan, Artis Zaskia Adya Mecca mengkritik cara orang membangunkan sahur menggunakan Toa masjid yang dia nilai kurang baik.

Seharusnya menurut dia, membangunkan sahur lewat Toa masjid bisa disampaikan dengan penyampaian yang lebih baik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun menanggapi polemik ini.

Dalam video yang diunggah di Instagram seperti dilihat Jumat (23/4/2021), Zaskia Adya Mecca bertanya-tanya model membangunkan sahur dengan berteriak 'sahurrrya' memakai Toa masjid. Dia bingung kalau cara itu disebut tengah jadi hits alias tren.

"Cuma mau nanya ini bangunin model gini lagi HITS katanya?! Trus etis ga si pake toa masjid bangunin model gini?? Apalagi kita tinggal di Indonesia yang agamanya pun beragam. Apa iya dengan begini jadi tidak mengganggu yang lain tidak menjalankan Shaur?!" tulis Zaskia Adya Mecca.

Adapun cara membangunkan sahur dalam video Zaskia Adya Mecca yakni orang tersebut mulanya menyapa warga sekitar. Selanjutnya dia mengajak warga sahur. Ada kalimat 'sahurrrya' yang diucapkan.

"Bapak-bapak, Ibu-ibu, Adik-adik warga RT 04 RW 09 dan sekitarnya, yang menjalankan ibadah puasa. Waktunya sahurrrrya, sahurrrya, sahurrrrrya! Sahur, sahur, sahur, sahur, sahur! Sahur, sahur, sahur, sahur, sahur, sahur! Bangun, bangun, bangun!" demikian bunyi dalam video Zaskia Adya Mecca.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Muhammad Ziyad pun buka suara soal polemik ini. Ziyad mulanya menceritakan soal makna bulan Ramadhan, bulan dengan segala kebaikan di dalamnya. Salah satu yang ditunggu-tunggu adalah momen sahur di mana warga bersukacita menyambut ibadah puasa.

Ziyad menyebut cara membangunkan sahur beraneka macam. Di kampung halamannya ketika dia berusia remaja, masjid tempat tinggal Ziyad menyapa warga dengan salam sebelum mengajak sahur.

"'Bapak dan Ibu dihaturi dihaturkan, mangga untuk bangun sahur menyiapkan makanan, hidangan, mari kita bersemangat untuk sahur'. Nah itu beberapa kali saja disampaikan. Dan kata-katanya memang banyak mengandung nilai edukatif bagi masyarakat," jelas Ziyad seperti dilansir detikcom.

Cara membangunkan sahur seperti yang disampaikan Ziyad dilanjutkan dengan pemutaran nasyid hingga tilawah Al-Qur'an. Soal video Zaskia Adya Mecca, Ziyad mengungkit kembali pesan Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla.

"Apa yang ada dalam video itu saya kira ini juga menjadi, yang dulu pernah disampaikan Pak Jusuf Kalla dan yang lain-lainnya, misalkan, perlu juga di kompleks-kompleks, di tempat-tempat yang mungkin tingkat keragaman masyarakatnya itu plural, maka itu perlu jika diawali dengan komunikasi dengan silaturahmi sebelumnya supaya menghindari adanya protes yang semacam itu seperti yang disampaikan oleh Mbak Zaskia itu," katanya.'

Meski demikian, Ziyad berharap ada masyarakat paham bahwa sahur ini sebulan sekali dalam satu tahun. Harus ada kerelaan bersama dan saling menghargai. Jika pun menggunakan Toa masjid, dia berharap volume Toa dikecilkan karena bisa jadi ada masyarakat di sekitar yang beragama selain Islam ataupun ada yang sakit.

"Pendek kata, konteksnya adalah perlu komunikasi awal, perlu kebersamaan, perlu semangat untuk saling menerima dan menghargai. Mungkin ya beberapa saatlah mungkin bising dan seterusnya tapi kita harus pahamkan bersama," ucap Ziyad.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto