3
Netral English Netral Mandarin
08:20 wib
Ketua Majelis Tinggi Partai Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku merasa bersalah karena pernah memercayai dan memberikan jabatan kepada Moeldoko ketika masih menjadi presiden. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengucapkan terima kasih setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres luar biasa (KLB) kubu kontra-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Heboh Gunung Gede Pangrango Tampak dari Jakarta, Netizen: Foto Juga Bisa untuk Menjilat...

Kamis, 18-Februari-2021 08:03

Heboh Gunung Gede Pangrango Tampak dari Jakarta
Foto : Pikiran Rakyat
Heboh Gunung Gede Pangrango Tampak dari Jakarta
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di sosial media kembali heboh dengan penampakan gunung Gunung Gede Pangrango yang konon tampak jelas dilihat dari Kemayoran, Jakarta. Merasa diragukan karyanya, si pengambil foto pun sudah lakukan klarifikasi.

Namun, Kamis (18/2/21), di akun FB Mak lambe Turah, klarifikasi tersebut tetap diragukan.

MLT: "Yah gitu deh gaiss, fotografernya kelaripikasi. Kalo Mak lebih percaya pada yang komplen soal orangnya netral ga pernah ngurusin politik. Jadi mestinya penilaiannya juga Netral dong. Ya gak gaiss??"

Hanjar Sutangkas: "Sekilas juga keliatan klo itu foto udah diolah, tempelan atau utak atik Lightroom..."

Tini Jayadi: "Dilihat pakai terawangan kali Maaak..."

Bierox Koel: "Foto jg bs untuk mnjilat.."

Sebelumnya diberitakan, melalui akun media sosialnya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memposting sebuah foto Gunung Gede Pangrango yang diambil kawasan dari Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021).

Dalam postingan itu, mereka menyebutkan bahwa gunung terlihat karena udara Jakarta yang bersih.

“Pemandangan Gunung Gede Pangrango di Kemayoran, Jakarta Pusat Pagi ini, menandakan kualitas udara sedang bersih,” katanya dalam caption.

Postingan foto yang diambil dari potographer @wibisono.ari itu mendapatkan reaksi beragam dari jurnalis sekaligus photographer senior, Arbain Rambey.

Melalui akun Twitternya, @arbainrambey, menyebutkan bahwa foto itu merupakan foto tempelan. Pasalnya, untuk mendapatkan foto itu membutuhkan tele yang panjang, lalu memotretnya dari jauh.

“Melihat perbandingan mobil depan dan belakangnya, jelas tak memakai tele panjang,” kata Arbain dalam cuitannya.

Sempat ditanyakan oleh sejumlah warganet, Arbain lantas membandingkan foto itu dengan foto nyaris serupa dan dilakukan oleh orang yang sama.

“Rasanya ini foto pakai drone....gak ada titik tinggi seperti di kedua pemotretan ini.....ini 2 foto dari orang yang sama....ada mesjid yang tampak di kedua foto....silakan simpulkan sendiri,” tambahnya.

“Perspektif gunung ke foreground gak nyambung dgn perspektif mobil2 yg tampak. Gunung ke foreground itu compactionnya gila2an (tele panjang buanged). Sedangkan perspektif mobil2 itu tampak pakai tele pendek,” terangnya saat ditanya oleh perspektif dalam foto.

Hal serupa juga diungkapkan sejumlah warganet, mereka yakin bila foto itu merupakan editan. “Ngeditnya jago...!!! belajar di luar negeri ye kaya Junjungannya,” komentar @albie_shane dipostingan instagram @dinaslhdki.

“Huh? bertahun2 kerja di wisma kemayoran depannya Orchad, kagak pernah gua liat gunung segede gitu. Gunungnya apa masa pertumbuhan,” komentar @wirasmoyo.

Klarifikasi Fotografer

Fotografer @wibisono.ari pun memberi klarifikasi terkait fotonya yang viral.

"Klarifikasi Saya Terkait Foto Gunung Gede Pangrango di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran Jakarta Pusat. yang sangat saya kecewakan ada Fotografer Senior memberikan statement bahwa Foto Saya " TEMPELAN" Gunung Gede Itu Tempelan, Baik saya berkolaborasi dengan mas Rifky Widianto @rfkyw dengan memaparkan file Asli Jepretan saya, Hasil Kerja Keras dan mengabarkan kepada warga Jakarta tentang Kondisi #JakartaLangitBiru

.Beli Kue Pepe Dirumah si Babe

Nyok Same Same Kite Jaga Jakarte #JagaJakarta ????????????????

.Satu Lagi, Saya mau ingetin 3M ya : Mencuci Tangan , Memakai Masker dan Menjaga Jarak , kalo kalian Sayang Dan Cinta sama kota Jakarta ayo patuhi Protokol kesehatan ye."

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto