Netral English Netral Mandarin
14:50wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Heboh Jet Tempur Umat Islam Pertama Siap Luncur, Eko: Lu Pikir Orang Indonesia Gak Bisa Bikin Sukhoi dan F16 Jadi Mualaf?

Kamis, 18-Maret-2021 17:05

Kolase Jet Tempur TF-X (Turkish Fighter-Experimental)  dan Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Kolase Jet Tempur TF-X (Turkish Fighter-Experimental) dan Eko Kuntadhi
40

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Turkish Aerospace Industries (TAI) Temel Kotil mengidentifikasi harga pesawat jet tempur TF-X (Turkish Fighter-Experimental) sebesar USD100 juta atau lebih dari Rp1,4 triliun per unit. Dia pernah mengeklaim pesawat tempur masa depan buatan Turki ini akan menjadi jet tempur pertama umat Islam.

Sontak banyak warganet menyoroti keberadaan jet tempur tersebut karena disebut-sebut sebagai “jet tempur pertama umat Islam.”

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi sampai-sampai ikut membuat cuitan nyinyir menanggapi hal itu.

“Woyyy, ini bukan yang pertama! Lu pikir orang Indonesia gak bisa bikin Sukhoi dan F16 jadi mualaf?” kata Eko, Kamis (18/3/21).

Sebelumnya diberitakan,Kepala Turkish Aerospace Industries (TAI) Temel Kotil mengidentifikasi harga pesawat jet tempur TF-X (Turkish Fighter-Experimental) sebesar USD100 juta atau lebih dari Rp1,4 triliun per unit. Dia pernah mengeklaim pesawat tempur masa depan buatan Turki ini akan menjadi jet tempur pertama umat Islam.

Kotil mengungkapkannya dalam wawancara televisi hari Senin yang dilansir Defense News, Rabu (17/3/2021). Dia mengatakan jet tempur pribumi pertama Turki itu dalam proses pembuatan dan akan melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2025.

Rencananya, sambung dia, TF-X akan memasuki inventaris Angkatan Udara Turki pada tahun 2029.

TAI akan memproduksi dua pesawat TF-X per bulan, berharap menghasilkan USD2,4 miliar pendapatan tahunan dari program jet tempurnya. Saat ini, kata Kotil, 1.000 dari 4.000 insinyur TAI sedang mengerjakan program TF-X.

TAI pernah mengundang Malaysia untuk bergabung dalam program pesawat tempur tersebut. Menurut TAI, Indonesia, Pakistan, Bangladesh dan Kazakhstan juga menjadi negara potensial untuk dijadikan partner atau pemodal dalam program itu.

Dalam wawancara itu, Bos TAI juga membahas proyek helikopter T929 kelas Atak II baru Turki yang menggunakan mesin buatan Ukraina.

Kotil mengatakan T929 berbobot 11 ton—versi yang lebih berat dari T129—akan didukung oleh mesin twin turboshaft 2.500-horsepower buatan Ukraina. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang mesinnya, tetapi mengatakan T929 akan melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2023.

Dinukil Sindonews, T929 adalah helikopter tempur kedua buatan Turki setelah T129, yang diproduksi TAI di bawah lisensi dari perusahaan Italia-Inggris; AgustaWestland. Ia diharapkan mampu membawa muatan 1.500 kilogram, dan melakukan pertempuran, pengintaian, pengawasan, dukungan udara jarak dekat dan misi pengawalan. TAI berencana untuk melengkapinya dengan sistem pelacakan dan pencitraan target, teknologi peperangan elektronik, sistem navigasi, sistem komunikasi, dan senjata.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto