Netral English Netral Mandarin
15:30wib
Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama mengungkap selain menghapus fasilitas kartu kredit bagi direksi, komisaris, dan manajer, juga menghapus fasilitas uang representatif. Terdakwa kasus tes usap palsu RS Ummi Bogor, Rizieq Shihab, akan membacakan duplik pagi ini di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Heboh! Roy Suryo Sebut TNI 'Kecolongan' Kapal Cina di Selat Sunda, Said Didu: Pak Menhan, Apa yang Terjadi?

Sabtu, 17-April-2021 16:25

Kolase Roy Suryo dan Said Didu
Foto : Istimewa
Kolase Roy Suryo dan Said Didu
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kabar kapal Cina terdeteksi TNI memasuki wilayah Indonesia ramai digunjingkan warganet. Roy Suryo dan Muhammad Said Didu angkat bicara.

“Pak Menhan @prabowo yth, kalau info ini benar, artinya mereka sdh mauk ke Selat Sunda artinya sdh masuk ke wilayah kedaulatan kita sangat jauh dan sdh mendekati pusat kekuasaan. Apa yg terjadi dg sistem kemanan negeri ini?” kata Didu, Sabtu 17 April 2021.

Pernyataannya merupakan tanggapan terhadap pernyataan akun KRMT Roy Suryo @KRMTRoySuryo2 yang mengatakan: "Terjadi dan terjadi lagi.. Kalau cuman sekali, boleh lah disebut "kecolongan", kedua kali "kebobolan."

“Namun jika sudah berkali-kali begni, pantasnya disebut apa? Apa ada yg salah dgn penanggungjawab keamanan negara? Kenapa selalu saja terjadi hal yg sama? (Tanda tanya besar)," kata Roy Suryo.

Sementara sebelumnya diberitakan, ternyata tak mudah bagi kapal-kapal asing untuk bisa semaunya melintasi apalagi masuk ke wilayah teritorial Indonesia. Dipastikan semuanya masuk dalam pengawasan pihak militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut.

Seperti yang belum lama ini terjadi di Selat Sunda, Banten. Dua kapal China terdeteksi melintas di perairan itu dari Samudera Hindia menuju Laut China Selatan.

Berdasarkan informasi yang disiarkan Komando Armada I dilansir VIVA Militer, Kamis 15 April 2021, satu kapal negeri tirai bambu yang terdeteksi adalah kapal penelitian Da Yang Hao.

Kapal ini terdeteksi radar TNI Angkatan Laut melintas di Selat Sunda pada 2 April 2021 sekitar pukul 11:23 WIB. Selama melintas, seluruh aktivitas kapal ini diawasi secara ketat.

Sehari kemudian 3 April 2021, giliran kapal pelacak satelit/rudal Yuanwang-6 yang lewat di Selat Sunda. Kapal ini terdeteksi radar pada pukul 19:25 WIB.

Walau melintas dalam kondisi langit sudah gelap gulita, tapi seluruh aktivitas Kapal Yuanwang-6 terpantau dan terkunci dengan jelas melalui radar Komando Armada (Koarmada) I.

Dinukil Viva.co, memang tak ada aktivitas mencurigakan apalagi sampai mengganggu keamanan RI dari kedua kapal penelitian China itu. 

Hanya patut diketahui, bahwa dengan kekuatan radar TNI AL ini, tak ada kapal negara asing yang bisa menembus pertahanan RI melalui Selat Sudan tanpa terdeteksi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto