Netral English Netral Mandarin
05:57wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
Heboh Pegawai BUMN Dicokok Densus 88 karena Terlibat Bom Makassar, Netizen: Digaji Negara Masih Juga Pengkhianat

Senin, 19-April-2021 17:05

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan
Foto : Merdeka.com
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di sosial media, heboh warganet gunjingkan berita seorang pegawai BUMN dicokok polisi gegara terlibat aksi terorisme. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, Senin (19/4/21( sejumlah netizen menyayangkan mengapa sudah digaji negara malah berkhianat.

MLT: “Kerja di pemerintah loh yaaa tapi yah gitu deh.....standar ganda.”

Susan: “Ya penghianat nih orang,,,”

Ross Dalima Gawas: “Emang bumn sarangny mrk2...”

Ridwan Siregar: “Hukum seumur hidup aja, sdh makan gaji dari negara, masih juga pengkhianat.”

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 Polri bersama Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menangkap 1 orang terduga teroris terkait dengan bom bunuh diri pasangan suami istri (pasutri) L dan YSF di Gereja Katedral Makassar. 

Satu Orang yang ditangkap itu merupakan pegawai salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Tangkapan terakhir yang ke-33 itu kemarin ditangkap di Maros. Inisialnya N, yang bersangkutan pegawai BUMN kelahiran tahun 1963," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat ditemui di kantornya di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (19/4/2021).

Namun Zulpan belum merinci lebih lanjut keterkaitan N dengan aksi pasutri bomber.

"Baru diperiksa dia, baru diamankan, Densus yang akan mendalami perannya seperti apa," katanya.

Sejak aksi bom bunuh diri pasutri di Gereja Katedral pada Minggu (28/3) lalu hingga hari ini sudah 33 orang terduga teroris yang diamankan Densus 88 dan Polda Sulsel. 33 Orang itu terdiri dari 31 laki-laki dan 2 wanita. Dari tangan mereka juga diamankan sejumlah barang bukti.

"Barang bukti yang diamankan saya belum bisa jelaskan. Kemudian keterkaitan dan keterlibatannya jelas, keterkaitan dengan bom depan Gereja Katedral Makassar sangat terkait. Sehingga dilakukan penangkapan," tegasnya.

33 Orang yang kini masih ditahan itu rata-rata diamankan dari wilayah Kabupatan Maros, Gowa, dan Kota Makassar. Semuanya memiliki peran sebelum pasutri L dan YSF meledakkan bom di Gereja Katedral.

"Orang yang ditangkap sekarang ini kan adalah orang yang mendukung. Sejauh mana perannya kan belum bisa saya sampaikan. Ada yang dukung bantu buat bom, bantu survei jalan, ada yang memberi motivasi semangat," pungkasnya dinukil detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto