Netral English Netral Mandarin
12:45wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Heboh Pelaku Pembunuhan Ibu-Anak di Subang adalah PKI, Netizen: 30 September Akan Jelas Dalangnya

Kamis, 23-September-2021 08:43

Ilustrasi pemakaman Tuti-Amel di Subang
Foto : Berita Heboh
Ilustrasi pemakaman Tuti-Amel di Subang
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Siapakah pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang? Pertanyaan ini membuat publik gemas.

Bahkan beredar Partai Komunis Indonesia (PKI) disebut-sebut sebagai pelakunya. Sontak  banyak warganet ikut menyoroti pernyataan tersebut.

Di akun FB Mak Lambe Tirah, Kamis 23 September 2021, sejumlah netizen mengaitkan isu PKI di bulan September.

MLT: “Episod Pekai wkwkwkk.”

Ari Primantoro: “Tanggal 30 September nanti pasti akan jelas siapa dalang pembunuhannya....”

Sanubari Budiman: “mumpung bulan september, issue PKI biasanya booming.”

Agengs Ora Open: “Kalau sudah pakai isu PKI,, Mak pasti udah nebak dari mana pelakunya.”

Untuk diketahui, Kakak kandung Tuti Suhartini, Yeti Mulyati menuturkan, kasus pembunuhan tersebut mengingatkan dia dengan kekejian Partai Komunis Indonesia atau PKI. Sebab, selain dibunuh, adik dan keponakannya tersebut juga disiksa serta dilucuti pakaiannya.

“Yang katanya nggak cukup dibunuh, digusur, dibuka bajunya, aku… ih, kayak gaya PKI itu, biadab! Aku benci, dendam sekali!” ujar Yeti, dikutip Rabu 22 September 2021.

Itulah mengapa, Yeti mengaku geram dengan perbuatan pelaku pembunuhan. Namun, sayangnya, hingga kini kepolisian belum berhasil menemukannya.

“Kesel aja, ingin cepet2 ditangkep. Mungkin pihak kepolisian harus lebih teliti lagi menghadapi ini, karena ini bukan masalah ringan, ini pembunuhan,” terangnya.

Lebih jauh, menurut Yeti, Tuti dan Amel merupakan sosok baik yang ramah kepada siapapun. Maka, ketika keduanya pergi, banyak masyarakat setempat yang kemudian merasa kehilangan.

“Dia (Amel) mah orangnya baik, bukan hanya ke kakaknya, ke orang lain juga baik. Dia ramah, baik, suka ngejajanin. Nggak satupun yang ngejelekin dia dan ibunya itu, semuanya bilang baik,” tuturnya.

“Makanya yang ngajiin banyak, bukan hanya dari sini, dari desa-desa lain juga banyak,” lanjutnya.

Meski pemeriksaan terkesan lambat dan berlarut-larut, namun dia berharap polisi tak menyerah hingga pelaku pembunuhan ditemukan. Sebab, menurutnya, banyak hati yang terluka akibat kepergian keduanya.

“Itu mah keterlalun, harus terus sampai kapanpun, harus ketemu, enggak ada istilah mundur, dengan cara apapun yang penting harus ketemu. Meski lamban, insya Allah harus dicari-cari (dengan) cara lain,” kata dia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati