Netral English Netral Mandarin
02:39wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Heboh! Penjualan Daging Anjing di Pasar Senen, Diperkirakan Sudah 26 Ribu Ekor Dijagal

Selasa, 14-September-2021 17:50

Istimewa
Foto :
Istimewa
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Animal Defender Indonesia (ADI) menemukan penjualan daging anjing di Pasar Jaya Senen, Jakarta Pusat. 

Hal tersebut diungkap ADI melalui akun Instagramnya, @animaldefendersindo. ADI mengunggah video penelusuran mereka di Pasar Senen.

Dalam video itu, tampak pedagang menjajakan anjing yang telah dikuliti di atas meja layaknya daging ternak umumnya.

“Cari daging anjing, ini anjing apa?,” ujar seorang pria dalam video.

“Anjing pelihara tapi kan ini beda dia beda dengan anjing yang itu,..” jawab pedagang.

Pada keterangan video, Adi menjelaskan hasil penelusuran mereka mengenai perdagangan daging anjing di Pasar Jaya Senen.

Animal Defenders Indonesia mengungkapkan, ada tiga lapak pedagang di Pasar Senen yang menjual daging anjing. Satu lapak bisa menjual minimal 4 ekor dalam sehari.

ADI menyebut, praktik penjualan daging anjing ini telah berlangsung selama 6 tahun, dan jika dikalkulasi maka kurang lebih sudah 26.280 ekor anjing yang dijagal dan dijual di Pasar Senen dalam kurun waktu 6 tahun.

Atas temuan tersebut, Animal Defenders Indonesia mengaku telah melayangkan somasi kepada PD Pasar Jaya dengan tembusan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kementerian Pertanian (Kementan) serta pihak terkait.

Berikut keterangan lengkap ADI seperti  dilihat netralnews.com di akun Instagram @animaldefendersindo, Selasa (12/9/2021). 

Somasi kepada PD Pasar Jaya telah kami layangkan hari ini, dan tembusan kami kirimkan juga ke bpk Gubernur DKI @aniesbaswedan serta Kementan dan jajaran terkait.

Penjualan daging anjing di PD Pasar Jaya di Pasar Senin, Jakpus ini sudah berlangsung sangat lama, dan bergandengan dengan daging-daging lain di sana.

Pembiaran ini adalah bentuk dukungan pasif pada hal yang melanggar perundangan, salah satunya UU Perlindungan Konsumen, UU Pangan, serta kemungkinan besar ini adalah pasokan dari sindikat pencurian anjing peliharaan di sekitar Jabodetabek.

Satu lapak yang kami investigasi, mengaku bahwa mereka minimal menjual 4 ekor anjing dalam sehari. Mereka sudah beroperasi lebih dari 6 tahun.

Mari kita kalkulasi. 6 tahun × 365 hari × 4 ekor = 8.760 ekor sudah mereka jagal dan jual. Belum lagi jika hari-hari raya dan hari- hari besar lainnya.

Itu baru 1 lapak, di pasar itu ada 3 lapak. Maka 1 pasar saja, dalam 6 tahun, menghabiskan 26.280 ekor anjing. Dan masih banyak titik penjualan lainnya di DKI.

26.280 ekor anjing itu tidak mgkn didapatkan dari wilayah DKI sendiri. Tentu, ini didatangkan dari wilayah lain. Jawa Barat adalah pemasok utama. Sukabumi, Ciamis, Tasikmalaya, Pangandaran, Pelabuhan Ratu, dsb adalah daerah pemasok, yang masih ada kasus2 rabies tanpa henti.

Bagaimana DKI mau mempertahankan predikat bebas rabies tapi masih membiarkan praktik jagal anjing ini langgeng di ketiaknya sendiri?

Mari kita dukung Pemprov DKI menegakkan perundangan: LARANG DAGING ANJING BEREDAR DI DKI JAKARTA!

#SAYNOTODOGMEAT #ANTIMAKANDAGINGANJING #ANTIDOGMEAT #ADNEVERRETREATNEVERSURRENDER 

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P