Netral English Netral Mandarin
16:53wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Heboh Sebut Palestina Babi, Pemuda NTB Dicokok, Ade Armando: Ini Mah Berlebihan, Masak gegara...

Rabu, 19-Mei-2021 08:32

Ade Armando tanggapi kasus seorang pemuda dicokok polisi gegara sebut pernyataan tak sopan ke Palestina
Foto : Kolase Netralnews
Ade Armando tanggapi kasus seorang pemuda dicokok polisi gegara sebut pernyataan tak sopan ke Palestina
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ade Armando tak setuju dengan kasus penangkapan seorang pemuda di NTB karena menyebut “Palestina babi” melalui akun TikTok. 

Menurut Ade Armando, apa yang dilakukan polisi sudah berlebihan.

“Ini mah berlebihan. Masak gegara menghina Palestina harus ditangkap?” kata Ade Armando, 19 Mei 2021.

Untuk diketahui, pemuda berusia 23 tahun berinisial UC di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditangkap aparat kepolisian setelah menebar ujaran kebencian terhadap Palestina melalui TikTok.

Kreator media sosial TikTok itu mengunggah video berisi olok-olok "Palestina babi. Mari Kita Bantai. Babi, babi, babi," sembari berjoget. Kekinian, UC sudah ditangkap dan ditahan di rutan Polda NTB.

Kanit I Subdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB AKP Priyo Suhartono, Senin (17/5/2021), menjelaskan UC ditahan seusai gelar perkara.

Dalam gelar perkara kasus itu, kata Priyo, pelaku UC ditetapkan sebagai tersangka sehingga dilakukan penahanan.

"Akibat perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 45A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata Priyo seperti dikutip dari Antara.

Priyo mengatakan, pria yang bekerja sebagai petugas kebersihan di lembaga pendidikan asal Gerung, Kabupaten Lombok Barat, menjalani penahanan di Rutan Polda NTB sejak Sabtu (15/5) lalu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, dijelaskan bahwa konten video yang diunggah tersangka UC melalui akun TikTok @ucokbangcok telah memenuhi unsur pidana yang bermuatan SARA.

"Jadi, unsur pidananya sudah terpenuhi. Sekarang tinggal menunggu keterangan ahli," ujarnya.

Ketika di hadapan wartawan, tersangka UC menyampaikan permintaan maaf. Dia mengaku khilaf dan tidak mengetahui secara jelas masalah yang sedang terjadi di Palestina.

"Saya mengaku khilaf. Dalam pemberitaan itu saya salah paham. Saya kira Palestina menyerang Israel duluan. Makanya, saya buat konten seperti itu. Saya menyesal dan minta maaf. Mohon dimaafkan," kata UC dinukil Suara.com.

Lebih lanjut Priyo mengajak masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial, apalagi menanggapi isu sensitif, kemudian menjadikannya sebagai bahan candaan.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P