Netral English Netral Mandarin
00:08wib
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan keputusan pemerintah untuk menggelontorkan dana triliunan rupiah ke perusahaan-perusahaan produsen minyak goreng dinilai sudah sangat tepat. Komisi Pemberantasan Korupsi mengembangkan kasus korupsi proyek infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan 2011-2016.
Heboh Teroris, Pasca HTI, FPI, MUI, selanjutnya Muhammadiyah? Mustofa: Oalah ke Sini toh Arahnya?

Rabu, 17-November-2021 10:53

Mustofa Nahrawardaya
Foto : Twitter/Mustofa Nahrawardaya
Mustofa Nahrawardaya
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) 'berang' dengan ditangkapnya ulama dan tokoh umat, Ustaz Farid Okbah oleh Densus 88 anti teror Polri.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas angkat bicara. Ia merasa prihatin dengan penangkapan ulama dan tokoh umat oleh

"Bagi saya pribadi, benar-benar sangat mencengangkan dan mengagetkan atas penangkapan Farid Okbah oleh Densus 88," kata dia, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 16 November 2021.

Di sosial media, banyak warganet menyoroti kasus tersebut. Denny siregarmelalui akun Twitternya @Dennysiregar7 menyebut penangkapan Ustaz Farid   diduga sudah terkadit dengan sikap MUI yang justru mendesak pembubaran Densus 88. 

“Sejak lama @MUIPusat memaksa Densus 88 untuk dibubarkan.. Ternyata baru terungkap, di internal mereka ada yang teroris,” kata Denny Siregar.

Seorang netizen bernama ???????????????????????????????????? — ???????????????????????????????? ® @ayahnyafaris_id kemudian ikut menanggapi:

“Masuk akal. - Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021; - Moderasi Beragama; Penghalang utama saat ini adalah MUI. Tak menutup kemungkinan, pasca HTI, FPI, MUI, target selanjutnya adalah Muhammadiyah,” katanya. 

Politikus Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya juga memberikan cuitan.

“Oalah, kesini toh arahnya. Paham saya,” kata Mustofa Nahrawardaya.

Untuk diketahui, sejak 2015, MUI  m,endesak Densus 88 dibubarkan gegara aksi Detasemen Khusus 88 (Densus 88) mendobrak pintu Pesantren Tahfizhul Qur'an al Mukmin, Malang dan membuat histeris santri yang sedang menghafal membuat ulama prihatin.

“Tindakan Densus 88 sudah di luar batas prikemanusiaan. Apalagi sampai menodongkan senjata kepada anak-anak usia muda seperti itu,” papar Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain, Senin (30/3/2015).

Alasan penyerbuan karena pesantren tersebut milik Helmi Alamudi, salah satu tersangka ISIS, menurutnya,  tak bisa dijadikan pembenaran bertindak arogan.

Menurut Tengku, ada cara-cara yang lebih elegan dan sesuai prosedur penyidikan ketimbang melakukan aksi sensasional.

“Oknum-oknum di tubuh Densus 88 sudah lama disinyalir sangat anti pada Islam dan umat Islam. Sudah waktunya Densus 88 dibubarkan,” tegasnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi