Netral English Netral Mandarin
12:53wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Heboh! Viral di Medsos Sopir Angkot Ditawari Rp 300.000 per Hari Untuk Berakting jadi Pasien Corona

Rabu, 21-Juli-2021 22:40

Tampilkan YouTube Toba Channel
Foto : YouTube Toba Channel
Tampilkan YouTube Toba Channel
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang sopir angkot mengaku pernah ditawari untuk berpura-pura menjadi pasien Covid-19 selama 14 hari dengan imbalan Rp300 ribu/hari.

Pengakuan sopir bernama Irfandi, warga Tanah Abang, Jakarta Pusat, tersebut viral di media sosial YouTube. Melalui akun YouTube Toba Channel, Selasa (20/7/2021), Irfandi mengaku ditawari Rp.300.000 untuk berperan sebagai pasien COVID-19.

"Minggu yang lalu. Disuruh akting (bayarannya) Rp300 ribu sehari. Kalau ada yang tanya abang sakit apa, (saya harus jawab) kena Corona," kata sopir itu seperti dikutip Rabu (21/7/2021).

Sopir ini menjelaskan, orang yang menyuruhnya berakting seorang perempuan yang ia tahu sering nongkrong di Gang Lontar.

Perempuan tersebut seorang pribumi, dan berstatus janda satu anak.

Meski demikian sopir ini mengaku tidak mengenal benar perempuan itu, dan tidak tahu dimana tinggalnya.

Dia menjelaskan, sebelum ditawari berpura-pura menjadi pasien Covid-19, perempuan itu naik angkotnya dari Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menuju Ciledug, Kabupaten Tangerang, Banten, pada malam hari.

"Dia bilang, selama berpura-pura saya di rumah sakit selama 14 hari, diinfus, dan gak (boleh) kemana-mana," katanya.

Irfandi mengaku menolak tawaran itu, karena selain tak mau mendapatkan uang dengan cara seperti itu, juga karena lebih suka dapat uang halal dari menjadi sopir angkot.

Irfandi bahkan mengaku kalau sampai sejauh ini, dia masih tidak terlalu percaya pada adanya pandemi Covid-19, karena menyangkut soal kematian, menurutnya, kalau Allah SWT telah menakdirkan seseorang untuk meninggal, maka akan meninggal meski tanpa kena Corona.

Ketidakpercayaan Irfandi itu agaknya juga dipengaruhi oleh perempuan yang menawarinya untuk berakting, karena kata dia, perempuan itu juga mengatakan kepadanya bahwa jika ada ambulan yang katanya sedang membawa jenazah korban Covid, tapi kalau di depan ambulan itu ada orang naik motor, dan orang itu bukan warga biasa, maka jangan dihiraukan.

"Karena di dalam ambulan itu kelompok dia sendiri, dan di dalam ambulan itu kosong, tak ada jenazahnya,” kata dia mengutip pernyataan perempuan itu.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, belum dapat dimintai tanggapan, karena pertanyaan yang dikirim melalui WhatsApp-nya, belum direspon.

Meski demikian pemilik akun Toba Channel, Tobaristani, mengatakan, pengakuan sopir angkot itu memang sangat mengagetkan.

“Pengakuan itu perlu didalami sebagai informasi awal, dan perlu dicek kebenaran,” kata anggota FKDM DKI Jakarta itu melalui pesan WhatsApp.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani