Netral English Netral Mandarin
00:49wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Heboh! Warga di Aceh Acak-Acak Vaksinasi Corona, Petugas Syok, Netizen: Berarti Tak Ingin Umroh atau Berhaji

Selasa, 28-September-2021 16:50

Ilustrasi kekacauan vaksinasi di Aceh
Foto : Berita Heboh
Ilustrasi kekacauan vaksinasi di Aceh
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Momen warga di Aceh mengacak-acak pelaksanaan vaksinasi dan membuat petugas syok menjadi sorotan warganet.

Di akun FB Mak Lambe Turah, sejumlah netizen ikut prihatin bahkan mengaitkan dengan syarat umroh atau Naik haji.

MLT: “Ya Allah gusti.”

Iwan Kurniawan: “Kelakuan memang.”

Tuink Tuink An: “Aceh itu serambi Mekah , JD biarkan warga atur saja soal vaksin.”

Doloksaribu Toto: “Tangkap dan pidanakan para pembuat onar.”

Isty Ramadhan: “Ya Allah tega nya.”

Aqil Dafa: “Sampai kapan menolak vaksin.. Berarti orang aceh tidak menginginkan umroh atau berhaji itu sudah.”

Untuk diketahui, sejumlah warga di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya, mengacak-acak lokasi vaksinasi Corona. Belum ada penjelasan detail mengapa peristiwa itu terjadi.

Dalam video yang beredar di media sosial, Selasa (28/9/2021), massa berkumpul di lokasi yang dijadikan tempat vaksinasi. Di sana, beberapa orang tampak merusak meja. Masker dan kertas dokumen berserakan di lokasi.

Beberapa petugas keamanan mencoba menenangkan massa. Terdengar teriakan 'hidup masyarakat' dari sejumlah warga. Insiden itu disebut terjadi pagi tadi.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya, Safliati, mengatakan vaksinasi di lokasi tersebut digelar oleh pihak Puskesmas Sangkalan dan Muspika setempat. Dia menyebut aksi protes itu tidak berlangsung lama.

"Tadi waktu saya tiba di lokasi, kejadiannya sudah selesai. Petugas kita juga sudah dibawa ke Polres," kata Safliati saat dimintai konfirmasi.

Dia menyebut ada delapan petugas kesehatan yang melakukan vaksinasi Corona di lokasi. Mereka diamankan ke Polres karena syok serta untuk dimintai keterangan.

"Petugas kita baik-baik saja, mungkin tadi ada yang syok," jelas Safliati.

Menurutnya, vaksinasi Corona di lokasi itu baru dilakukan hari ini. Dia mengaku belum mengetahui ada-tidaknya dosis vaksin Corona yang rusak akibat insiden tersebut.

"Kami belum dapat menanyakan berapa dosis yang dibawa dan sudah terpakai ke tim karena mereka masih syok," ujarnya.

Dia mengaku program vaksinasi Corona bakal terus dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan. Menurutnya, pengamanan bakal lebih diperketat.

"Vaksinasi di tempat keramaian memperketat pengamanan saja," sebutnya dinukil detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P