Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:40wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Desak Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras, HNW Sebut Lukas Enembe Malah Berani Ancam yang Jual, Warganet Tunggu Respons Wapres

Sabtu, 27-Februari-2021 14:28

Hidayat Nur Wahid (HNW), Wakil Ketua MPR,
Foto : mpr.go.id
Hidayat Nur Wahid (HNW), Wakil Ketua MPR,
57

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Peraturan Presiden (Perpres) terkait investasi miras menuai badai kritik dari sejumlah pihak. Hidayat Nur Wahid, Politisi Partai Keadilan Sejahtera sekaligus Wakil Ketua MPR termasuk salah satunya.

Sebagai bentuk menolak Perpres tersebut, Hidayat menyebut bahwa Gubernur Papua Lukas Enembe bahkan berani mengancam bakar toko yang menjual minumas keras alias miras. Diketahui bahwa konsumsi alkohol masyarakat Papua terbilang tinggi dan mendorong timbulnya sejumlah masalah sosial.

"Gubernur Papua Lukas Enembe Ngamuk, Ancam Bakar Toko Penjual Miras. Dan ancam distributor2 miras ke Papua agar hentikan aktivitas mrk. Maka semestinya Presiden @jokowi mencabut Perpres terkait investasi miras termasuk ke Papua. MRP&MUI sudah menolak jg," cuit Hidayat Nur Wahid melalui akun twitter @hnurwahid, seperti dikutip Sabtu (27/1/2021).

Dalam cuitannya itu, Hidayat juga menyertakan sebuah tautan berita sebuah media online dengan judul "Gubernur Papua Ngamuk, Ancam Bakar Toko Penjual Miras".

Cuitan Hidayat ini kemudian dikomentari sejumlah warganet, bahkan ada yang jelas menyatakan menunggu respor Wakil Presiden Ma'ruf Amin terkait Perpres Investasi Miras itu. Berikut beberapa komentar yang dikutip Netralnews: 

@KalvariJ

Sejak 2017 namun sampai sekarang masih banyak penjual miras di Jayapura.

@PasaribuSaruhum

Makanan dan Minuman acapkali di labeli Haram, bagi Manusia yang Tau dan Sadar itu Haram,  Jangan di Makan dan di Minum, Artinya si Manusia itu Pintar, Mengerti, Tau, bahwa itu Haram sesuai Agama dan Keyakinannya, berarti jangan di Makan, Minum, Dibeli.  Jadilah Manusia Bijak

@baru_gihallo.....bagimana gubernur Sultra, ? miras sumber segala  kejahatan dan gangguan kamtibmas. tolak perpres miras hae.....

@thelvin_faMiras adalah penyakit yang membuat orang Papua lupa bahwa mereka seharusnya bisa lebih maju dari sekarang. Baguslah kalau sudah ada kesadaran.Jangan sampai Papua identik dengan minuman keras..

@jakkari1Pak Kiyai wapres kita bagaimn pandangan beliau terhadap Perpres tentang miras, jadi pengen tau

Sebagai informasi, Pemerintah telah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak tahun ini dari sebelumnya masuk kategori bidang usaha tertutup. 

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. 

Peraturan yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja ini telah ditandatangani Presiden Joko Widodo dan mulai berlaku per tanggal 2 Februari 2021. 

Dalam Perpres itu, pemerintah mengatur ada empat klasifikasi miras yang masuk daftar bidang usaha dengan persyaratan tertentu. 

Pertama, industri minuman keras mengandung alkohol. Kedua, minuman keras mengandung alkohol berbahan anggur.Ketiga, perdagangan eceran minuman keras dan beralkohol. 

Kempat yaitu, perdagangan eceran kaki lima minuman keras atau beralkohol dengan syarat tersedia jaringan distribusi dan tempat harus disediakan secara khusus.

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP