Netral English Netral Mandarin
17:28wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Hina Palestina, Pemuda di NTB Ditangkap dan Siswa di-DO, Okky: Pak Polisi, Anda Norak

Rabu, 19-Mei-2021 09:00

Okky Madasari
Foto : Istimewa
Okky Madasari
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Novelis Okky Madasari mengkritik tindakan polisi di Mataram, NTB, yang menangkap Hilmiadi alias Ucok (23) karena menghina Palestina lewat media sosial (medsos) TikTok. 

Kritik yang sama juga dilontarkan Okky terkait kasus MS (19), pelajar di salah satu SMA di Kabupaten Bengkulu Tengah yang juga harus berurusan dengan pihak kepolisian hingga dikeluarkan atau Drop Out (DO) dari sekolah lantaran menghina Palestina melalui video yang diunggah di medsos.

Menurut Okky, tindakan aparat itu norak karena sewenang-wenang dan merampas hak orang berekspresi.

Hal tersebut disampaikan Okky melalui akun Twitternya dengan mengunggah tangkapan layar dua artikel pemberitaan media soal kasus Ucok dan MS.

"Alih-alih membantu memperjuangkan kebebasan Palestina, ini justru menambah masalah," tulis @okkymadasari seperti dilihat netralnews.com, Rabu (19/5/2021).

"Pak Polisi, Anda norak, sewenang- wenang, merampas hak orang berkespresi," tegas Okky.

Sebelumnya diberitakan, Hilmiadi alias Ucok ditangkap polisi karena menghina Palestina lewat TikTok. Pria yang bekerja sebagai petugas kebersihan di kampus swasta di Mataram, NTB, itu terancam dipenjara 6 tahun.

Ucok ditangkap Polsek Gerung pada Sabtu (15/5/2021). Meski telah menyatakan permintaan maaf, kasus Ucok terus diproses polisi.

"Terancam terkena Pasal 28 ayat 2 juncto 45A ayat 2 UU ITE ancamannya 6 tahun penjara. Pelaku juga sudah minta maaf," kata Dirkrimsus Polda NTB Kombes Eka Wana Prasta, Selasa (18/5/2021), seperti dikutip dari detikcom.

Ucok juga ditahan polisi. Saat ini dia masih diperiksa intensif agar kasusnya dipersidangkan. "Yang bersangkutan ditahan dan diproses sidik," ujar Kombes Eka.

Sementara itu, MS, siswa SMA di Bengkulu yang diduga menghina Palestina di media sosial TikTok, juga berurusan dengan pihak kepolisian hingga dikeluarkan dari sekolah setelah videonya viral. Dalam kasus ini, polisi melakukan mediasi.

Kepala Kepolisian Resort Bengkulu Tengah AKBP Ary Baroto mengatakan, untuk perkara proses hukum MS ini sudah selesai dan tidak dilanjutkan.

Sebab dalam mediasi dan rapat yang telah dilakukan berhasil menemukan titik tengah yaitu MS telah dimaafkan dan perkara ini tidak dilanjutkan.

"Penyelesaian kasus ini kita lakukan dengan restorative justice, yang mana setiap penyelesaian permasalahan tidak selalu diselesaikan dengan pidana," kata Ary, Selasa (18/5/2021), dikutip dari Antara.

Mengenai dikeluarkannya MS dari sekolah, Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan mengatakan bahwa keputusan itu diambil setelah pihak sekolah melakukan pendataan terhadap tata tertib poin pelanggaran MS.

"Keputusan ini kita ambil karena memang pihak sekolah sudah melakukan pendataan terhadap tata tertib poin pelanggaran MS. Dari data poin tata tertib tersebut diketahui kalau MS poin tata tertib MS sudah melampaui dari ketentuan yang ada," kata Adang.

Adang menambahkan, berdasarkan hasil rapat internal yang telah dilakukan oleh Dinas Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Benteng dengan pihak sekolah, pelajar tersebut maka MS dikembalikan ke orang tuanya untuk dibina.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P