Netral English Netral Mandarin
15:11wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
HMI dkk Turun ke Jalan Tolak PPKM, Polisi Cokok Pentolan Aksi, Netizen: Hukum Makamkan Jenazah Covid!

Selasa, 20-Juli-2021 07:57

Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Guntur,
Foto : Jurnal Polisi
Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Guntur,
44

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Banyak warganet menyayangkan di tengah kasus covid melonjak, mahasiswa malah lakukan aksi turun ke jalan menolak PPKM Darurat.

Di akun FB Mak Lambe Turah, Selasa 20 Juli 2021, malah ada netizen yang meminta mereka yang ditangkap polisi agar dihukum memakamkan jenazah Covid.

MLT: “Udah keadaan begini tambah demo yaudah jaga kesehatan masing2 aja.”

Yusuf Adi Ryadi: “Itu bukan mahasiswa tp sampah masyarakat ketika pandemi...”

Sutrisno Susilo: “Masyarakat sudah jenuh mulai dulu di srh di rumah saja.”

CBi Log: “Ksh hukuman kerja paksa makamkan jenazah kopit.”

M Jakie: “Demo apa mau bikin konten di tiktok & youtube supaya dapet like komen & subcribe biar di bilang keren? Gak ada otak, lagi pandemi darurat begini malah demo.”

Untuk diketahui, Polisi membubarkan demo penolakan PPKM darurat di Jakarta Pusat siang tadi. Lima belas mahasiswa juga diamankan polisi terkait demo tersebut.

"Massa terdiri dari HMI Jakarta Timur, SEMMI Jakarta Pusat dan HMI Jakarta Pusat," kata Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Guntur, Senin (19/7/2021).

Demo tersebut diikuti oleh sekitar 30 orang mahasiswa. Polisi menyebut demo yang digelar pukul 12.00 WIB di daerah Kilosari, Cikini, Jakarta Pusat itu tidak mengantongi izin.

Adapun tuntutan massa yakni menolak PPKM darurat. Selain tidak mengantongi izin, puluhan mahasiswa tersebut disebut menutup akses jalan.

"Udah nggak ada izin udah gitu nutup jalan. Orang kan itu banyak ambulans yang mau ke RSCM. Udah nyiapin buat bakar ban juga," jelas Guntur.

"(Menolak) terkait dengan PPKM darurat," tambah Guntur.

Polisi kemudian mengimbau massa untuk membubarkan diri. Namun massa tetap bertahan.

Sempat terjadi kericuhan dalam pembubaran massa ini. Menurut, polisi, massa melawan dengan melempar batu ke arah petugas.

"Jadi mereka udah nutup jalan, ada ban. Nah sebagai petugas kan kita bersihin dulu biar orang bisa lewat. Begitu suruh bubar temannya melawan, mulai pukul pakai megaphone. Akhirnya kita dorong pakai sirene mobil eh malah ditimpuki kita. Kita amankan karena udah anarkis," terang Guntur dinukil detik.com.

Lebih lanjut Guntur mengatakan ada 15 orang yang diamankan terkait demo penolakan PPKM darurat tersebut. Para mahasiswa ini masih diperiksa di Polda Metro Jaya hingga malam ini.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati