Netral English Netral Mandarin
22:45wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Garis Bawahi Azyumardi Azra, HNW: Abdsurd Dan Tak Masuk Akal, Melaporkan Din Syamsuddin Radikal

Sabtu, 13-Februari-2021 11:10

Garis Bawahi Azyumardi Azra, Hidayat Nur Wahid sebut Abdsurd Dan Tak Masuk Akal, Melaporkan Din Syamsuddin Radikal
Foto : Liputan6.com
Garis Bawahi Azyumardi Azra, Hidayat Nur Wahid sebut Abdsurd Dan Tak Masuk Akal, Melaporkan Din Syamsuddin Radikal
40

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus senior PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) menggaris bawahi pernyataan Prof Azyumardi Azra terkait pembelaannya terhadap Din Syamsuddin yang dilaporkan dengan tuduhan sosok pendukung radikalisme.

"Prof Azyumardi Azra, Cendekiawan Muslim yg pernah jadi Rektor UIN&Ketua Sekolah Pascasarjana UNI Syahid Juga Bela Prof Din : Abdsurd Dan Tak Masuk Akal, Melaporkan Din Syamsuddin Radikal. Prof Din Adalah Tokoh Antiradikalisme Kelas Dunia," kata HNW, Sabtu (13/2/21).

Tak lama kemudian, HNW juga mencuit: "Prof John L. Esposito:”Isu radikalisme agama, merupakan taman bermain bagi intelejen, dan ini membahayakan masa depan agama”. Bagaimana laporan tuduhan radikalisme thd Prof Din? Bgmn masa depan (moderasi) agama, kalau tokoh Islam moderat justru dilaporkan terkait radikalisme?"

Sementara sebelumnya diberitakan, Mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra, ikut berkomentar terkait pelaporan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Menurutnya, pelaporan tersebut absurd dan tidak masuk akal, jika Din Syamsuddin dilaporkan sebagai radikal. Menurutnya, kelompok yang mengatasnamakan Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) yang melaporkan Din Syamsuddin kepada KASN sebagai radikal, anti-Pancasila dan anti-NKRI, jelas mengada-ada.

"Prof Din adalah salah satu guru besar terkemuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dia memberikan banyak kontribusi bukan hanya pada UIN Jakarta, tapi juga Muhammadiyah dan negara-bangsa Indonesia dengan mensosialisasikan pentingnya dialog dan perdamaian untuk membangun peradaban dunia yang lebih adil," katanya seperti dilansir Okezone.com, Jumat (12/2/2021).

Selain itu, Din sebagai Utusan Khusus Presiden (Jokowi) untuk Dialog dan Kerjasama antar-Peradaban bersama dirinya, merupakan pihak yang melaksanakan Konsultasi Tingkat Tinggi (2019) di Bogor untuk konsolidasi dan penyebaran Wasathiyah Islam.

"Dengan Wasathiyah Islam yang menjadi karakter Islam Indonesia ke dunia global, Islam dapat terwujud sebagai rahmatan lil ‘alamin—Islam yang damai yang kontributif untuk kemajuan peradaban," tuturnya.

Azyumardi mengaku mengenal Din Syamsuddin dengan segala kiprahnya sejak masa mahasiswa karena satu angkatan (1976) masuk IAIN Jakarta. Dirinya, Azra yang pernah menjadi rektor IAIN/UIN Jakarta (1998-2006) mengimbau agar GAR ITB menarik laporannya.

"Jika ada konflik kepentingan terkait dengan posisi Din Syamsuddin sebagai anggota MWA ITB, sebaiknya diselesaikan secara baik-baik di lingkungan almamater-sivitas akademika dengan semangat perguruan tinggi yang berdasarkan obyektivitas dan kolegialitas," katanya.

Lebih jauh lagi, kata Azyumardi, sikap kritis Prof Din Syamsuddin kepada pemerintahan Presiden Jokowi tidak disikapi lingkungan perguruan tinggi secara kontra-produktif dan divisif.

"Kelompok yang mengatasnamakan sebagai kelompok alumni sepatutnya menempuh cara-cara yang tidak menimbulkan perpecahan dan konflik dalam masyarakat," urainya.

Pada saat yang sama, pimpinan KASN dan Kementerian Agama hendaknya dapat menilai masalah ini secara obyektif dan adil. "Dengan begitu dapat diciptakan suasana kepegawaian yang lebih kondusif terkait isyu sosial-politik," kata Azyumardi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto