Netral English Netral Mandarin
01:58wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
HNW: Apakah OPM yang Teror Kedaulatan NKRI Berbahasa Arab?

Rabu, 08-September-2021 11:30

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW)
Foto : Istimewa
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW)
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengomentari pemberitaan media soal pernyataan pengamat intelijen dan terorisme Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati yang mengaitkan penyebaran bahasa Arab dengan terorisme.

Adapun artikel media yang dikomentari HNW berjudul ''Pengamat Intelijen Mengingatkan akan Ancaman Terorisme dalam Bentuk Penyebaran Bahasa Arab".

Menurut HNW, pernyataan Susaningtyas itu bisa dianggap sebagai 'teror' terhadap Pancasila yang banyak ungkapannya diserap dari Bahasa Arab.

"Memperbanyak Bahasa Arab disebut sebagai salah satu ciri penyebaran terorisme, bisa jadi 'teror' terhadap Pancasila yang banyak ungkapannya diserap dari Bahasa Arab seperti adil (sila ke 2 dan 5), rakyat (sila 4 dan 5), adab, hikmat, musyawarat, wakil," tulis HNW di akun Twitternya, Rabu (8/9/2021).

HNW lantas menyinggung Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang telah dilabeli pemerintah sebagai organisasi teroris.

"Apakah OPM yang menteror kedaulatan NKRI berbahasa Arab?" tanya @hnurwahid.

Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, pernyataan Susaningtyas juga bisa menjadi teror terhadap Parlemen.

"Memperbanyak Bahasa Arab disebut sebagai salah satu ciri penyebaran terorisme, juga bisa jadi 'teror' terhadap Parlemen (MPR,DPR,DPD) yang juga banyak bahasa Arabnya ; Majlis, Musyawarat, Rakyat, Dewan, Wakil, Daerah," katanya.

"OPM banyak menteror kedaulatan NKRI, padahal mereka tidak memperbanyak bahasa Arab!" pungkas HNW.

Sebelumnya, Susaningtyas Nefo Kertopati mengungkap kalau saat ini banyak sekolah di Indonesia sudah berkiblat pada Taliban. Menurutnya, salah satu ciri sekolah demikian yakni para anak didik termasuk guru tak mau hormat bendera.

Hal tersebut diungkapkan Susaningtyas dalam program Crosscheck, dikutip Hops.id, Selasa 7 September 2021. 

“Mereka juga tak mau pasang foto presiden dan wapres. Lalu mereka tak mau menghafal menteri-menteri, tak mau menghafal parpol-parpol,” ujarnya. 

Lebih jauh, Susaningtyas mengaku dirinya melihat betul bagaimana efek Taliban sudah mulai merusak sekolah-sekolah di Indonesia. Ia pun mengaku khawatir akan hal tersebut.

“Bagaimana saya tak khawatir, anak muda kita sudah tak mau lagi hormat pada bendera RI, tak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu diperbanyak bahasa Arab," ujar mantan anggota DPR itu. 

“Bukan berarti Arab itu memiliki konotasi teroris, namun kalau arahnya ke terorisme bahaya. Karena sebenarnya mereka juga ingin berkuasa, ingin punya kekuasaan, tapi mereka ingin berkuasa dengan cara mereka sendiri,” jelas Susaningtyas. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati