Netral English Netral Mandarin
19:29wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
HNW Desak Pemerintah Indonesia Bantu PBB Tuntut Kejahatan Perang Israel

Sabtu, 29-Mei-2021 02:15

Anggota DPR dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW)
Foto : Istimewa
Anggota DPR dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW)
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota DPR dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) menyoroti pernyataan Kommisioner Tinggi untuk Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) Michelle Bachelet yang menyebut serangan mematikan Israel di Gaza mungkin merupakan kejahatan perang.

HNW mendesak agar pemerintah Indonesia sebagai anggota Mahkamah HAM PBB, melalui Menteri Luar Negeri untuk membantu dan ikut berperan aktif agar dapat meyakinkan Komisi HAM PBB bahwa memang telah terjadi kejahatan perang dalam serangan brutal Israel ke wilayah Gaza Palestina.

HNW mengatakan, adanya kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel kepada penduduk sipil di Gaza, Palestina, tersebut harus diusut secara tuntas melalui Dewan HAM PBB, meski saat ini telah terjadi gencatan senjata.

“Karena gencatan senjata seharusnya tidak justru untuk menutupi, memaafkan atau memaklumi kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel tersebut,” kata HNW melalui siaran persnya, seperti dilansir dari laman Fraksi PKS, Jumat (28/5/2021).

Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR itu mengapresiasi langkah sejumlah negara muslim, terutama atas usulan Pakistan sebagai Koordiantor Organiasi Kerja Sama Islam (OKI), yang mendesak agar Dewan HAM PBB menyelidiki dugaan kejahatan perang dalam serangan Israel ke Palestina selama sebelas hari yang lalu.

“Selaku Anggota Dewan HAM PBB, Indonesia mestinya bisa meyakinkan Komisi HAM PBB bahwa yang dilakukan oleh Israel itu memang adalah kejahatan perang. Jadi bukan hanya kemungkinan lagi, sebagaimana dinyatakan oleh Komisioner Tinggi HAM PBB” ujarnya.

HNW menjelaskan bahwa kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel terhadap Gaza mudah dilihat secara gamblang, terutama dengan merujuk kepada Konvensi Jenewa 1949 serta Konvensi Den Haag yang mengharuskan memberikan perlindungan kepada warga sipil pada saat keadaan perang.

Sementara serangan Israel ke Palestina selama sebelas hari sejak 10 Mei itu telah menelan korban jiwa 232 penduduk sipil Jalur Gaza, Palestina, dan sebanyak 65 orang di antaranya adalah anak-anak.

“Apalagi, bukan hanya warga sipil. Israel juga memborbardir sejumlah kantor media di jalur Gaza, dan diantara korbannya baik yang luka maupun gugur adalah juga para wartawan. Padahal, sesuai konvensi Vienna jurnalis merupakan salah satu elemen yang wajib dilindungi pada saat perang sekalipun,” jelas HNW.

Menurutnya, sikap Israel yang melanggar HAM dan konvensi-konvensi internasional ini sudah dilakukan berulangkali. Sejumlah pegiat HAM juga kerap mengkritik adanya kejahatan perang karena Israel menggunakan kekuatan yang berlebihan yang mengorbankan banyak warga sipil bahkan anak-anak.

Tindakan Israel kali ini, lanjut Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, harus benar-benar diusut dan diberikan sanksi, agar kejahatan HAM apalagi kejahatan perang serupa tidak berulang kembali seperti sebelumnya.

“Dan Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB, yang secara konstitusional bersikap membela kemerdekaan Palestina dan menolak penjajahan Israel, wajarnya membantu penuh Dewan HAM PBB untuk mengusut kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap Gaza/Palestina,” pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati