3
Netral English Netral Mandarin
11:54 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
HNW Minta Bubarkan Buzzer dan Pasal Karet UU ITE, FH: Kalian Semua Cemen, Lebay, dan Lemah

Kamis, 11-Februari-2021 20:50

Ferdinand Hutahaean sindir Hidayat Nur Wahid.
Foto : Twitter
Ferdinand Hutahaean sindir Hidayat Nur Wahid.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi Ferdinand Hutahaean menyebut Hidayat Nur Wahid (HNW) sebagai orang yang tidak mampu adu argumen dan tidak siap berbeda. Pernyataan Ferdinand itu mengomentari cuitan HNW soal permintaan Presiden Jokowi agar masyarakat lebih sering memberikan kritik kepada pemerintah.

“maka kalau memang serius&tulus minta dikritisi, dan agar beda dg Uganda, mestinya Pemerintah(bersama DPR)ubah pasal2 karet dlm UU ITE, menghapus anggaran dari APBN unt influencer, membubarkan buzzerRp/influencerRp yg membuat Pak Kwiek/Rakyat “takut” menyampaikan kritik,” tulis HNW di akun Twitternya.

Namun Ferdinand merasa cuitan HNW itu menggambarkan bahwa dia hanya ingin didengar dan bersuara sepihak namun tak ingin didebat.

“Tidak mampu adu argumen, tidak siap berbeda. Begitulah kalian pak HNW, hanya ingin didengar, hanya ingin bersuara sepihak, hanya boleh bicara tapi tak boleh didebat.

Sy baru tau ternyata kalian semua lemah, cemen dan lebay serta bukan petarung,” tulis Ferdinand di akun Twitternya, Kamis (11/2/2021).

Cuitan Ferdinand itu mendapat banyak respon dari netizen seperti terpantau netralnews berikut;

@yuliuswiwin1: pesohor levelnya kek akun baru netes.. mendengin A&W bikin seger..

@Densur268: Kadrun maha benar......!!

@sen_zens: Hnw itu dr dulu jadi duri bagi bangsa ini, maunya mmg sendiri, Manusia unfaedah.

Hajarrr terus bangThumbs up, jgn kasih kendor.

 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani