Netral English Netral Mandarin
10:07wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Pertanyakan Pemerintah Jokowi, Mudik dan WNA India Dilarang, HNW: Bagaimana dengan WNA China?

Sabtu, 24-April-2021 09:32

Hidayat Nur Wahid
Foto : mpr.go.id
Hidayat Nur Wahid
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) mempertanyakan sikap tegas Pemerintahan Joko Widodo soal mencegah masuknya WNA dari daerah yang banyak terpapar Covid-19 seperti India dan China.

Memang saat ini Pemerintah sudah tegas melarang WNA dari India. Kalau dari China?

“Nah ini baru benar, Pemerintah resmi larang semua WNA dari India. Sekalipun harusnya Pemerintah sudah antisipatif sebelum ratusan WNA India kemaren masuk ke Indonesia,” kata HNW. 

“Bagaimana dg WNA dari China? Tetap membiarkan WNA masuk ke NKRI sambil larang WNI mudik, bukan solusi yg adil,” tanya HNW, Sabtu 24 April 2021.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah resmi mengambil kebijakan pelarangan Warga Negara Asing (WNA) yang pernah singgah di India untuk masuk ke Indonesia yang berlaku mulai 25 April 2021.  

Fadhil Hasan Heran Kementerian Baru Dibentuk Ketika Pemerintahan Sudah Berjalan Lebih Dari SetahunSupaya Pariwisata Tetap Jalan Saat Pandemi, Sandiaga Uno Ingin Punya Aplikasi Pendeteksi Kerumunan

Hal ini sebagai langkah antisipasi yang diambil oleh pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19 dan varian baru corona yang terjadi di negara India.

"Pemerintah memutuskan untuk menghentikan pemberian visa bagi orang asing yang pernah tinggal dan atau mengunjungi wilayah India dalam kurun 14 hari," kata Airlangga Hartarto saat jumpa pers yang ditayangkan oleh Youtube BNPB, Jumat (23/4).

Menko Bidang Perekonomian ini menegaskan, kebijakan pemerintah yang melarang setiap WNA yang pernah singgah di India ini diambil menyusul beberapa negara lain yakni Hong Kong, Selandia Baru, Pakistan, Arab Saudi, dan Singapura sudah mengambil kebijakan yang sama.

Airlangga menekankan, pelarangan masuk Indonesia dalam hal ini tak berlaku bagi warga negara Indonesia yang sempat singgah di India.

"Bagi WNI yang akan kembali ke Indonesia dan pernah tinggal atau mengunjungi India dalam 14 hari tetap diizinkan masuk dengan prokes diperketat," ujar Airlangga.

Sebelumnya, Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Benget Saragih mengonfirmasikan mengenai kedatangan seratusan WNA dari India melalui Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (21/4) malam.

Mereka datang menggunakan pesawat carter. Pihaknya mengaku cukup khawatir akan kedatangan 135 WNA India itu, sebab diketahui India tengah dilanda 'Tsunami Covid-19' dalam dua bulan terakhir

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto