Netral English Netral Mandarin
16:01wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
HNW Sebut Nilai Toleran Semakin Menipis, Eko: Ngomong Aja Lu...

Selasa, 14-September-2021 13:15

Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi (EK) menyendir Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW).

Hal ini berawal dari pernyataan HNW yang mengatakan menipisnya nilai toleransi antar sesama bangsa telah menjadi ancaman.

Menurutnya, sebagai negara besar yang terdiri dari beragam suku, budaya, agama, ras, warna kulit, Indonesia memiliki berbagai tantangan berat dalam sejarah perjalanannya.

Ia menjelaskan, bergantinya toleransi menjadi intoleransi sangat berbahaya bagi keberlangsungan Indonesia. Sebab, intoleransi membawa sikap individualistik yang akan mempersulit dalam menghadapi berbagai permasalahan internal dan eksternal, seperti bencana pandemi COVID-19.

"Untuk itulah, prinsip dan perilaku toleransi mesti disemai kembali, terutama kepada anak-anak sejak usia dini, melalui lembaga-lembaga pendidikan," kata HNW dalam keterangannya, Minggu (12/9/2021) seperti yang dikutip dari detik.com.

Terkait hal itu Eko ikut mengomentari pernyataan HNW tersebut. Menurut dia penyebab menipisnya nilai toleransi antar sesama bangsa karena banyaknya anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang masuk SDIT ala PKS.

Woyyyy... Banyak anak yang masuk SDIT ala PKS," tulis Eko di akun Twitternya, Selaaa (14/9/2021).

Lebih lanjut Eko mengatakan untuk membuat anak-anak kembali menjadi toleran membutuhkan waktu yang lama.

"Untuk membuat dia kembali menjadi toleran dan manusia normal butuh waktu tahunan menghapus doktrin buruk intoleransi dari guru-gurunya," ujarnya.

Di akhir cuitannya Eko menyentil Hidayat Nur Wahid karena dinilai hanya bisa ngomong aja tanpa melakukan apa-apa agar anak-anak bisa kembali menjadi toleran.

"Ngomong aja lu...," pungkasnya.

Reporter : Nazaruli
Editor : Sesmawati