Netral English Netral Mandarin
22:48wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Hoaks Kemenkes Stop Biayai Perawatan Pasien COVID-19 Mulai 1 Oktober, Begini Faktanya

Minggu, 19-September-2021 03:00

Siti Nadia Tarmizi., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes,
Foto : kemkes.go.id
Siti Nadia Tarmizi., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes,
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Baru-baru ini telah beredar sebuah narasi di media sosial soal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak akan lagi menanggung biaya perawatan pasien COVID-19. Meski dipastikan itu bohong alias hoaks, informasi itu sempat membuat masyarakat resah.

Terlebih lagi, informasi palsu itu menyebutkan bahwa BPJS hanya menanggung biaya maksimal Rp18 juta dan Kemenkes stop membiayai pasien COVID-19 mulai 1 Oktober 2021.

Padahal, faktanya adalah biaya perawatan pasien Covid-19 tetap ditanggung oleh pemerintah dan sumber anggaran masih dari Kementerian Kesehatan RI.

Hal itu ditegaskan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi.

Ia juga menyatakan bahwa besaran perawatan biaya pasien Covid-19 dibatasi Rp18 juta adalah salah.

"Mekanisme perhitungan penggantian biaya menggunakan metode INA-CBGs dan besarannya bervariasi. Penghentian penjaminan biaya pasien Covid-19 dilakukan, apabila masa isolasi Covid-19 sudah dinyatakan selesai," demikian Siti Nadia seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Kominfo

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP