Netral English Netral Mandarin
11:16wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Holding Janjikan Efisiensi BUMN UMi, Klaim Bikin ‘Raksasa’ Bisnis Berbasis Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 16-Juni-2021 13:15

Holding UMKM dan Ultra Mikro
Foto : Istimewa
Holding UMKM dan Ultra Mikro
13

JAKARTA NETRALNEWS.COM -Pembentukan holding BUMN sektor usaha ultra mikro (UMi) digadang-gadang akan mampu menciptakan banyak efisiensi serta melahirkan jaringan ‘raksasa’ bisnis berbasis ekonomi kerakyatan dalam ekosistem UMKM secara nasional.

Pengamat pasar saham MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan pembentukan holding lewat sistem inbreng saham pemerintah di PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM ke PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sudah sangat tepat. Dia menilai langkah itu akan meningkatkan potensi efisiensi dan membuka lebar pengembangan usaha.

"Pembentukan holding ini akan memunculkan ‘raksasa’. Bisnis ini akan mampu membesarkan segmen mikro. Kemampuan untuk pendapatan BRI akan baik, dan pelaku mikro pun akan dapat banyak manfaat. Ini bagus sekali," ujarnya yakin.

Dia menyampaikan bahwa penggabungan ini akan membuat pasar pembiayaan mikro oleh perusahaan milik pemerintah semakin kuat. Penghimpunan data nasabah akan semakin baik, sehingga tak mustahil jika ke depan akan banyak lahir usaha mikro berkualitas.

Adapun dari sisi internal holding, Edwin menilai akan banyak menuai efisiensi di tataran operasional. Ketiga perusahaan tersebut menurutnya bisa mengoptimalkan integrasi kantor fisik dan sumber daya manusia masing-masing.

Di samping itu, ada pula potensi efisiensi beban likuiditas yang akan hadir untuk menguatkan bisnis ketiga perseroan. Selain itu, potensi efisiensi manajemen tingkat atas menurut Edwin akan mempercepat alur birokrasi di holding serta penurunan beban penggajian.

Sementara itu bagi pelaku bisnis di segmen ultra mikro, langkah holding akan memuluskan jalan untuk mendapatkan solusi keuangan usaha yang lebih lengkap, mudah dan cepat.

"Terlebih efisiensi yang dilakukan holding tentu akan ditransmisikan ke bunga pembiayaan sehingga meringankan beban pinjaman pelaku mikro nantinya. Ini pun akan memperbesar potensi pertumbuhan mereka," imbuhnya.

RELEVANSaat ini langkah awal proses integrasi ekosistem BUMN sektor UMi  telah dijalankan, menyusul adanya Keterbukaan Informasi yang disampaikan BRI pada Rabu (16/6/2021). 

Pembentukan holding UMi ini sebagai bentuk perwujudan visi Pemerintah yang mencanangkan peningkatan aksesibilitas layanan keuangan segmen ultra mikro sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Hal tersebut sejalan dengan aspirasi BRI untuk menjangkau segmen ultra mikro sebagai salah satu sumber pertumbuhan di masa mendatang.

Sebagai bentuk perwujudan visi tersebut, Pemerintah membentuk holding ultra mikro dengan BRI sebagai induknya. BRI akan melaksanakan rights issue dengan keterlibatan Pemerintah di dalamnya melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam bentuk non tunai. Berkaitan proses tersebut, Pemerintah akan mengalihkan seluruh saham Seri B miliknya (inbreng) dalam Pegadaian dan PNM kepada BRI.

Dalam rights issue tersebut, BRI berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 28.677.086.000 saham Seri B atau mewakili sebanyak-banyaknya 23,25?ri modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan pemilihan BRI sebagai induk holding jauh lebih relevan untuk meningkatkan efisiensi dan koordinasi."Menurut saya pemerintah lebih memilih BRI untuk menjadi semacam ketua, ketimbang membentuk usaha baru. Namun, ini lebih tepat karena BRI adalah entitas bank," katanya.Dia menyampaikan BRI memiliki fungsi yang lebih lengkap sebagai lembaga jasa keuangan sehingga sangat cocok untuk menjadi induk holding.Di luar itu, BRI masih tercatat sebagai salah satu bank dengan aset terbesar nasional yang memiliki kemampuan kapasitas modal, likuiditas, teknologi, dan sumber daya manusia mumpuni. "Sebagai induk, BRI akan mampu menyusun rencana bisnis yang lebih cocok untuk pengembangan bisnis ultra mikro nasional," katanya. Trioksa pun berharap pemerintah segera memperkuat upaya sosialisasinya kepada semua pemangku kepentingan terkait.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati