Netral English Netral Mandarin
07:05wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Holding Ultra Mikro Hadirkan Ekosistem Pembiayaan Lebih Kompetitif

Kamis, 29-Juli-2021 08:30

Ilustrasi UMKM
Foto : Istimewa
Ilustrasi UMKM
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM

Kehadiran Holding Ultra Mikro yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dinilai mampu membuat ekosistem pembiayaan lebih kompetitif.

Hal itu diungkapkan pengamat ekonomi dan perbankan Ryan Kiryanto. Dia pun mengatakan langkah strategis tersebut akan mendongkrak potensi sumber pertumbuhan baru bagi ketiga perseroan di masa yang akan datang.

Ryan berpendapat pelaku usaha di segmen ultra mikro saat ini membutuhkan dukungan yang masif dari pelaku industri jasa keuangan besar dan formal agar mampu bertahan di masa pandemi. Di sisi lain BRI, Pegadaian dan PNM sebagai perusahaan pelat merah yang dikenal fokus pada pemberdayaan usaha masyarakat kecil membutuhkan sumber-sumber pertumbuhan baru.

Dengan demikian holding menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Selain itu menurutnya, holding akan mampu memberi dukungan pembiayaan lebih murah bagi pelaku usaha UMi dan UMKM.

"Holding ini adalah rencana yang sangat bagus. Kalau saya melihat iklim kompetisi ini menjadi lebih baik," kata Ryan yang juga Staf Ahli Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jakarta, Rabu (28/7/2021). 

Pada 22 Juli lalu, BRI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mendapatkan persetujuan melakukan aksi korporasi rights issue dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Aksi korporasi rights issue tersebut mendapat persetujuan dari mayoritas pemegang saham BRI.

Terkait itu Ryan pun menjelaskan holding secara natural akan lebih masif meningkatkan pembiayaan ke segmen usaha ultra mikro. Pasalnya, holding mendapat penugasan dari pemerintah untuk meningkatkan porsi pembiayaan UMKM sekaligus mendorong inklusi keuangan.

Melalui BRI sebagai perusahaan induk holding yang memiliki modal dan likuiditas sangat kuat, akan mampu mendorong kinerja Pegadaian juga PNM lebih maksimal. Dan ketiga perseroan akan optimal dalam menggarap potensi sumber pertumbuhan baru.

Harapannya, kata dia, usaha ultra mikro akan naik kelas menjadi mikro, kecil maupun menengah. Peningkatan usaha itu, akan lebih kuat jika hadir ekosistem yang kuat dan mendukung. Pendanaan yang lebih luas dan integrasi bisnis ketiga perseroan pun membuat proses pendampingan terhadap pelaku usaha menjadi lebih baik.

Namun di luar itu, dia berpendapat hadirnya holding sekaligus mendorong pelaku jasa keuangan non holding agar lebih agresif dan kompetitif dalam memberi pelayanan pada pelaku usaha UMi dan UMKM ke depan.

Lembaga keuangan formal seperti BPR, koperasi, maupun lembaga keuangan mikro lainnya akan terdorong kinerjanya. Ekspansi holding akan membuat pelaku jasa keuangan tersebut lebih kompetitif dalam memberi pembiayaan dan pendampingan.

"Dan tetap berkompetisi secara adil. Karena peran BPR, koperasi dan lembaga jasa keuangan lain tetap kuat karena telah memiliki ekosistem dan kemampuan pemberdayaan sendiri yang kuat. Tapi mereka akan lebih ekspansif, dan adopsi digital juga," imbuhnya.

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani