Netral English Netral Mandarin
15:55wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Horeee! Harga PCR Bakal Diturunkan, Denny Siregar: Didenger Juga Teriakan Kita, Makasih Pak De Jokowi

Senin, 16-Agustus-2021 10:27

Presiden Joko Widodo
Foto : Setpres
Presiden Joko Widodo
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar menyambut gembira keputusan Presiden Joko Widodo yang bakal mematok harga PCR lebih rendah dari sebelumnya. 

“Didenger juga teriakan kita. Makasih pakde @jokowi…,” kata Denny Siregar, Senin 16 Agustus 2021.

“Meskipun belum termasuk murah juga, tapi sudah lumayan lah daripada 2,5 juta sekali tes. Itu tes apa biaya masuk kuliah?” imbuh Denny.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga tes virus corona (Covid-19) dengan metode polymerase chain reaction (PCR) diturunkan di kisaran Rp450 ribu hingga Rp 550 ribu.

"Saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran antara Rp450.000 sampai Rp550.000," kata Jokowi yang dikutip di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (15/8)

Jokowi menegaskan bahwa upaya testing atau pemeriksaan merupakan salah satu cara untuk menangani COVID-19. Karena itu,menurunkan harga standar tes PCR sebagai upaya untuk memperbanyak testing di tengah masyarakat.

"Selain itu agar tes PCR bisa diketahui hasilnya bisa diketahui hasilnya 1x24 jam. Kita butuh kecepatan," kata Jokowi.

Diketahui, harga tes PCR virus corona masih tergolong mahal untuk dijangkau kalangan masyarakat menengah ke bawah. Kemenkes RI sempat menetapkan tarif batas tertinggi tes PCR yakni Rp 900 ribu.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Irawan HP

Berita Terkait

Berita Rekomendasi