Netral English Netral Mandarin
11:41wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
HRS Bacakan Pledoi, Netizen Ancam Kencingi Makam Bima Arya jika Telah Meninggal

Minggu, 13-Juni-2021 06:40

Sidang Rizieq Shihab
Foto : Istimewa
Sidang Rizieq Shihab
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pledoi atau nota pembelaan yang dibacakam Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam sidang kasus tes swab di RS Ummi, Kota Bogor, Jawa Barat, yang dibacakan Kamis (10/6/2021) lalu di PN Jakarta Timur, membuat Walikota Bogor, Bima Arya itu didoakan agar mendapat azab dari Allah SWT.

Bahkan ada yang mengancam akan mengencingi makam Bima Arya jika yang bersangkutan telah meninggal.

Pasalnya, melalui pledoi itu HRS membongkar 10 kebohongan Bima Arya yang membuat dia dan menantunya menjadi pesakitan dan dia terancam dipenjara enam tahun sesuai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Bisa jadi Bima Arya menjadi orang yang paling dibenci pendukung Habib Rizieq, sehingga apapun yang terkait dengan dirinya yang membuat HRS dipenjara, selalu mengundang caci maki dan doa yang buruk.

Dalam akun Twitter yang mengunggah berita media online berjudul "Habib Rizieq Ungkap 10 Kebohongan Bima Arya di Kasus Swab RS Ummi", komentar netizen beraneka ragam.

Seperti akun @SaveMoslem1 yang mengatakan, "Semoga Allah SWT menghinakan orang ini di dunia dan akhirat".

Beberapa netizen mengaminkan dan bahkan berharap azab dari Allah untuk Bima Arya disegerakan:

“Aamiin yaa Rabbal Alaamiin,” sahut @DrNurjaya.

“Aamiin Allahumma Aamiin,” @HERMAN49862187 menimpali.

“Semoga Allah segerakan,” harap @alay_damara.

Yang mengancam akan mengencingi makam Bima Arya jika politisi PAN itu telah meninggal dunia adalah netizen pemilik akun @SManikmoyo

"Suatu saat dia mati, gw kencingin kuburannya," kata dia.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP