Netral English Netral Mandarin
09:49 wib
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan vaksinasi COVID-19 kedua kalinya masih dengan vaksin Sinovac yang dilaksanakan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (27/1/2021). Komjen Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Pelantikan ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.
HRS Bohong Positif Covid adalah Hak Asasi, EK: Sumpah Serapah Dianggap Doa, Agama Jadi...

Kamis, 14-January-2021 10:11

Rizieq Bohong bahwa dirinya sempat Positif Covid
Foto : Istimewa
Rizieq Bohong bahwa dirinya sempat Positif Covid
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mabes Polri menyebutkan bahwa Rizieq Syihab dijadikan tersangka dalam kasus swab test di RS Ummi Bogor sebab berbohong mengenai fakta dia ternyata sempat positif Covid-19.

Menurut tim advokasi Rizieq, Azis Yanuar, selaku pasien adalah hak asasi Rizieq untuk tidak mengizinkan dan mempublikasikan rekam medis kondisi kesehatannya. Tidak boleh ada upaya paksa dalam masalah kesehatan pasien.

“Hal tersebut sebagaimana ketentuan Pasal 28G ayat (1) UUD 1945, Pasal 12 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, Pasal 17 Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik,” kata Azis seperti dilansir Beritasatu.com, Selasa (12/1/2021).



Merasa tergelitik, pegiat media sosial Eko Kuntadhi, Rabu malam (13/1/21) mengatakan: "Kebohongan adalah hak asasi. Kejujuran adalah dosa besar."

"Sumpah serapah dianggap doa. Dan agama jadi barang dagangan!" tegas Eko.

Sementara sebelumnya diberitakan, menurit tim advokasi Rizieq, Azis Yanuar, soal masalah hak asasi juga sesuai dengan Pasal 17 Huruf h dan i, Pasal 54 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Pasal 22 Ayat (1) b Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996.

Lalu dengan Pasal 52 UU No. 29/2004 Tentang Praktek Kedokteran, Pasal 32 Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, dan Pasal 79 huruf b dan c UU 29/2004 jo Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 4/PUU-V/2007 (hal. 120).

Seperti diberitakan menurut Dirtipidum Brigjen Andi Rian Selasa (12/1/2021) Rizieq sempat positif Covid-19 tetapi mengaku sehat dan menyebarkannya ke media sosial.

Rizieq positif Covid-19 tanggal 25, 25 November. Tapi di 26 November ia mengatakan tidak ada masalah, sehat walafiat, dan tidak ada sakit apapun. Hal itu kemudian disebarkan melalui kanal Front TV di YouTube.

Makanya ada jerat berlapis yakni Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit dengan ancaman pidana 6 bulan-1 tahun penjara.

Pasal 14 dan 15 UU 1 tahun 1946 tengang Peraturan Hukum Pidana tentang menyiarkan berita bohong dan menerbitkan keonaran dengan ancaman pidana 10 tahun.

Dan Pasal 216 KUHP dengan sengaja tidak mengikuti perintah yang dilakukan menurut UU atau dengan sengaja menghalangi tindakan pejabat dengan ancaman 4 bulan penjara.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto