Netral English Netral Mandarin
13:08 wib
Tersiar informasi bahwa Kejaksaan Agung memeriksa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan karena adanya unrealized loss investasi. Dibalik suksess harum bumbu masak mi instan indomie ternyata ada Hj Nunuk Nuraini yang kemarin, Rabu, (27/1/2021), tutup usia.
HRS: Demi Allah Siap Mati Syahid, AA: Kabur2an Terus kok Ngaku Siap Mati Syahid?

Kamis, 10-December-2020 16:21

Ade Armando
Foto : Istimewa
Ade Armando
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) bereaksi keras terhadap penembakan enam Laskar Khusus FPI oleh polisi di Jalan Tol Jakarta Cikampek KM 50.

Rizieq menyebut, tindakan ini merupakan pelanggaran HAM berat. Karenanya akan ditempuh upaya hukum agar kasus ini tidak lolos.

“Allah mentakdirkan sesuai kehendak Allah. Demi Allah saya dan keluarga siap setiap saat untuk menghadapi mati syahid. Tidak akan pernah takut untuk menghadapi teror,” tegas Habib Rizieq, Rabu (9/12/2020).



Pernyataan HRS sontak menjadi perhatian publik. Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando ikut menanggapi melalui akun Twitternya, Kamis (10/12/20), katanya: "Kabur2an terus kok ngaku siap mati syahid????"

Sementara berturut-turut sebelumnya, Ade Armando juga memberikan tanggapan terkait polemik tewasnya 6 anggota FPI.

"Maka dibangunlah drama. Enam pemuda tewas karena berjuang di jalan Allah. Jenazahnya wangi. Wajahnya tersenyum. Dan si buron pengecut bilang: 'Kami digiring ke ladang pembantaian..,'" cuit Ade Armando.

"Wahai para pendukung Rizieq, saya mau tanya pada Anda: mengapa Rizieq tidak mau dipanggil polisi untuk diperiksa sebagai saksi? Kenapa kabur? Kok pengecut???????" cuit sebelumnya.

Bahkan, Ade juga menuding pernyataan Refly Harun. 

"Refly Harun bertanya apa misteri di belakang pengejaran Rizieq Shihab? Kok misteri? Kan sudah jelas? Rizieq tidak mau diperiksa polisi. Ketika polisi datang dihambat oleh laskar FPI. Refly Harun harus bertanya: kenapa Rizieq tidak mau diperika polisi?" tegas Ade.

Sementara sebelumnya diberitakan, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab bereaksi keras terhadap penembakan enam Laskar Khusus FPI oleh polisi di Jalan Tol Jakarta Cikampek KM 50.

Rizieq menyebut, tindakan ini merupakan pelanggaran HAM berat. Karenanya akan ditempuh upaya hukum agar kasus ini tidak lolos.

“Allah mentakdirkan sesuai kehendak Allah. Demi Allah saya dan keluarga siap setiap saat untuk menghadapi mati syahid. Tidak akan pernah takut untuk menghadapi teror,” tegas Habib Rizieq dalam rekaman yang dikutip Okezone, Rabu (9/12/2020).

Habib Rizieq memastikan, tidak ada satupun laskar yang mengawal dirinya melakukan penyerangan seperti apa yang dituduhkan polisi terhadap keenam korban yang telah ditembak mati.

“Pada saat kejadian, tak ada satupun di antara kami, baik saya maupun laskar yang menabrak dan menyerang, tapi yang memepet, menembak adalah dari polisi,”tegasnya.

Namun sebelumnya, Rizieq menduga yang melakukan penyerangan terhadap rombongannya adalah penjahat yang ingin mencelakai dirinya.

“Sama sekali kami tidak mengira, yang kami tau, mereka yang menyerang adalah orang jahat yang ingin mencelakakan kami, dan jumlah mereka bukan satu dua mobil, banyak sekali mobil silih berganti,”pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyebut, penyerangan terjadi terhadap anggota Polda Metro yang sedang melaksanakan tugas penyidikan terkait kasus Habib Rizieq Shibab. Mereka diserang saat sedang di Jl. Tol Jakarta-Cikampek tepatnya KM 50 pada Senin (7/12) pagi.

Lantaran diserang, kata Fadil, anggota yang terancam pun terpaksa melakukan perlawanan. Kemudian tembakan terukur pun dilakukan kepada mereka.

“Tadi pagi sekitar pukul 00.30 wib, di Jl. Tol Jakarta-Cikampek km 50, telah terjdi penyerangan terhadap anggota polri yang sedang melaksanakan tugas penyidikan terkait rencana pemeriksaan MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Jam 10.00 WIB,” kata dia kantornya, Jakarta, Senin (7/12/2020).

Fadil melanjutkan, mulanya petugas mendapatkan informasi bahwa akan ada pengerahan massa saat Habib Rizieq menjalani pemeriksaan. Namun saat sedang bertugas kemudian diserang oleh kelompok yang diduga pengikut Habib Rizieq.

“Terkait itu kami Polda Metro Jaya kemudian melakukan penyelidikan keberana info itu dan ketika anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yang diduga adalah pengikut MRS , kendaraan petugas dipepet lalu kemudian diserang dengan menggunakan senjata api dan sajam,” tegasnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat