Netral English Netral Mandarin
20:23 wib
Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang dilaporkan melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per Minggu (17/1) pukul 12.00 WIB bertambah 11.287. Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih gelar juara turnamen Yonex Thailand Open 2021 setelah menyingkirkan pasangan tuan rumah.
HRS Mencuat karena Kekosongan Pemimpin Islam untuk Nahi Munkar, Mahfud: Berita Salah Narasi

Minggu, 13-December-2020 08:40

Mahfud MD dan Rizieq Shihab
Foto : Istimewa
Mahfud MD dan Rizieq Shihab
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan klarifikasi tentang pernyataannya yang menyebut setuju dengan anggapan eks wakil presiden (wapres) Jusuf Kalla. Namun ada narasi yang salah dalam berita yang beredar.

Kesalahan narasi yang dimaksud terkait frasa "adanya kekosongan kepemimpinan formal di negeri ini."

Melalui akun Twitternya, Minggu (13/12/20) Mahfud mengatakan: "BERITA SALAH NARASI. Sy setuju dgn JK dlm konteks spt trjadi kekosongan pemimpin Islam yg brperan melakukan nahi munkar. Spt JK sy tak prnah mengatakan kekosongan pemimpin formal di Indonesia melainkan melemahnya peran 'nahi munkar' ormas dan parpol Islam."

Ia juga mengunggah link berita dari Republika.co.id yang di dalamnya menyebutlkan: "Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD setuju dengan anggapan eks wakil presiden (wapres) Jusuf Kalla tentang adanya kekosongan kepemimpinan formal di negeri ini. Hal itulah yang membuat nama Habib Rizieq Shihab (HRS) berkibar dan menjadi idola baru masyarakat yang tidak puas dengan kinerja pemerintahan."

Lebih lanjut dalam berita tersebut Mahfud memperjelas konteks yang ia maksudkan.

"Itu sebelum Pak Jusuf Kalla mengatakan itu, dua tahun lalu saya sudah katakan. Sebenarnya ini orang banyak marah karena ketidakadilan, dan orang sedang mencari figur pemimpim yang berani menyatakan, melakukan mendobrak kebatilan, dan itu kemudian diawakili oleh Habib Rizieq," ucap Mahfud di akun Youtube Berita Satu berjudul Mahfud Tanggapi JK & Revolusi Rizieq, dikutip Republika, Sabtu (12/12)

Menurut Mahfud, keberadaan Front Pembela Islam (FPI) mengisi kekosongan ruang mereka yang berjuang menegakkan kebenaran. Karena itu, ia sependapat dengan Jusuf Kalla yang mampu menyerap aspirasi masyarakat semua pihak.

"Yang lain hanya amar maruf, menasihati-menasihati. Sehingga, ini betul Pak Jusuf Kalla, saya kira masih bisa dijejak digitalnya, saya sudah mengatakan itu dulu," ucap mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut.

Mahfud pun menganalisis, tidak semua orang yang memuji HRS benar-benar mengidolakannya atau mendukungnya. Selama ini, partai atau ormas Islam memang memilih dakwah mengajak kebaikan saja, tapi tidak ingin menegakkan kebenaran. Hadirnya FPI mengisi ruang tersebut untuk melengkapi dakwah Islam.

"Kali ini bukan soal orang menjadi pengikut (HRS), ndak, itu orang mau protes mencari tumpangan. Kan saya sudah mengatakan itu juga dulu. Itu adalah fakta kita, oleh sebab itu, mari kita perbaiki bersama-sama. Kalau itu berkaitan Islam, ya ada PKS, PKB, PAN. Ormasnya NU, Muhammadiyah, dan sebagainya. Fungsi nahi munkar tidak dilakukan secara penuh, sehingga orang mencari cantolan muncullah nama Habib Rizieq," kata Mahfud.



Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat