Netral English Netral Mandarin
14:03 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
HRS Minta Papua Tak Lepas dari Indonesia, Hilmi: Kurang NKRI Apa HRS dan FPI?

Jumat, 04-December-2020 20:10

Aktivis dakwah Ustadz Hilmi Firdausi
Foto : istimewa
Aktivis dakwah Ustadz Hilmi Firdausi
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Aktivis dakwah Ustadz Hilmi Firdausi meminta masyarakat untuk bersatu melawan gerakan separatisme. Ia mencontohkan aksi yang dilakukan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab yang dengan lantang mengatakan bahwa Papua tidak boleh lepas dari NKRI.

“Kurang NKRI apa HRS & FPI ?

Tadi saya lihat juga video teman2 FPI membakar bendera OPM. Ayolah, saatnya bersatu...separatisme jelas2 mengancam negeri ini,” tulis Hilmi di akun Twitternya, Jumat (4/12/2020).



Cuitan sang Ustadz rupanya ramai direspon oleh para netizen di akun Twitternya seperti dirangkum oleh netralnews berikut;

@Asepm46438900: Sy belum tau apakah komanfan banser sudah ada tindakan atau minimal peryataan sikap atas kasu papua. Yg konon katanya paling nkri harga mati

@FadhlanBudi: Ini yang aye demen dari IB HRS dan FPI mantap #SaveNKRI #NKRIHargaMati

@dirman_taurus: Itu bagus.. Tapi jaga lah mulutnya, agar lebih santun, tdk mencaci dan tdk merasa paling benar..

@SetiaBu86893287: Psrsoalannya mungkin ketidak adilan ....Papua Salah satu propinsi yg kaya....tapi pemimpin nya banyak jadi pasien kpk

Sebelumnya, HRS mengaku mengikuti perkembangan konflik di Papua sebagai akibat kasus dugaan rasisme di Surabaya.

Melalui Kepala Divisi Hukum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Damai Hari Lubis, Habib Rizieq menyatakan Papua tidak boleh lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, itu yang diharapkan pihak asing.

"Papua tidak boleh lepas dari NKRI karena itu yang diinginkan pemerintahan asing," katanya Habib Rizieq melalui Damai Lubis, Senin (2/9/2019).

Menurut Habib Rizieq, sambung Damai Hari Lubis, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya melepaskan jabatannya ketimbang Papua lepas dari NKRI. Hal itu dinilai sebagai pertanggung jawabannya atas kekacauan yang terjadi di Bumi Cendrawasih.

"Biarlah rakyat RI mendapatkan penggantinya (Presiden RI) sesuai mekanisme perundang-undangan yang berlaku di negara ini," kata dia.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati