3
Netral English Netral Mandarin
10:44 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Hujan Deras DKI Tak Banjir, Netizen: Alhamdulillah Pak Anies Dapat Pujian, Semangat Pak Kenneth...

Minggu, 31-January-2021 10:02

Hujan Deras DKI Tak Banjir, Netizen sebut Alhamdulillah Pak Anies Dapat Pujian
Foto : Media Indonesia
Hujan Deras DKI Tak Banjir, Netizen sebut Alhamdulillah Pak Anies Dapat Pujian
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ibu Kota terus diguyur hujan sejak Jumat kemarin malam hingga hari ini, Sabtu (30/1/2021). Banyak warganet kemudian memuji Gubernur Anies Baswedan.

Di Akun FB Mak Lambe Turah, Minggu (31/1/21) sejumlah netizen memberikan komentar apresiasi kepada Anies.  Bahkan juga apreasiasi kepada Kenneth Hardiyanto.

MLT: "Alhamdulillah pak Anies dapat pujian warganet. Semangat pak Kenneth Hardiyanto kerjanya. Makin rajin sidak pak Ken, biar sampai akhir musim peghujan kami ga kebanjiran."

Sri Happi S Widjaya: "Terimakasih Pak Kenneth."

Susan: "Ikut bangga ya mak,,sepupu jauh nya dapat pujian,,wkwk. morning mak,met hari minggu ,, jangan lupa sarapan mak, biar sehat selalu mak,,"

Goesty Arya Megantara: "Pak ken sih terlalu rajin,si ono senang kan makin gak ada kerjaan."

Jelita Putri: "Yg kerja pak Kenneth yg dpt pujian wan abud."

Sebelumnya diberitakan, Ibu Kota terus diguyur hujan sejak Jumat kemarin malam hingga hari ini, Sabtu (30/1/2021). Warganet pun bingung tidak ada banjir di Jakarta meski hujan cukup lebat.

Berdasarkan Badan Meteorologi Klimitologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Jakarta akan terus guyur hujan ekstrem mulai 28 Januari hingga 2 Februari mendatang.

Masyarakat diminta waspada dan dihimbau untuk mengunduh aplikasi JAKI untuk memantau kondisi wilayah sekitar dari genangan atau banjir melalui fitur JakPantau, serta melaporkan jika menemukan genangan melalui fitur JakLapor.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDIP DKI Hardiyanto Kenneth menanggapi soal peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG ) terkait status siaga banjir di Jakarta , akibat hujan intensitas lebat pada 28 hingga 29 Januari 2021.

Menurut pria yang kerap disapa Kent itu, Pemprov DKI Jakarta, terutama dari Dinas Sumber Daya Air dan Lingkungan Hidup, harus benar-benar menanggapinya dengan serius perihal prakiraaan BMKG tersebut. Seperti melakukan pengerukan sejumlah kali di Jakarta yang memiliki sedimen lumpur yang tinggi dan sigap membersihkan sampah-sampah di kali.

"Harus rutin melakukan pengerukan kali-kali yang sedimen lumpurnya sudah tinggi, karena akan sangat membantu menampung volume air yang masuk di kali tersebut," kata Kent dalam keterangannya, Jumat (29/1/2021).

Kent menyebutkan, banjir yang terjadi saat ini di Jakarta adalah bagian dari pengelolaan tata ruang yang bermasalah. Banjir akan selesai jika sarana dan prasarana tertata dengan baik. Seluruh sistem yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta harus terintegrasi dengan baik, seperti pompa air, sungai, dan aliran drainase.

"Harus benar-benar serius dan fokus melakukan pencegahan sebelum terjadinya banjir, seperti membenahi drainase, pengerukan lumpur di sungai agar dapat menampung volume air yang lebih banyak lagi, lalu pembangunan crossing hingga turap di sejumlah kali. Pengerjaan infrastruktur pengendalian banjir harus cepat di selesaikan," tuturnya.

Selain itu, operator di rumah pompa pompa yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta agar terus mewaspadai dan siaga jika ada indikasi terjadi banjir. Dalam bencana banjir, keberadaan rumah pompa sangat diandalkan dan harus maksimal dalam pengoperasiannya.

"Lakukan pengecekan diseluruh rumah pompa. Karena rumah pompa dan penunjangnya harus tetap dalam keadaan prima. Petugas rumah pompa harus sigap bekerja 24 jam di musim penghujan seperti ini, laporkan jika ada kendala di lapangan, maupun jika ada pompa yang rusak. Semua harus di tuntut bekerja secara maksimal," tutur Kent.

Selain itu, Kent juga meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta terutama dari UPK Badan Air harus bekerja maksimal dalam penanganan sampah yang memenuhi sejumlah kali di Jakarta, hal itu dilakukan agar rumah pompa bisa bekerja secara maksimal.

"Dinas LH UPK Badan Air harus benar-benar bekerja secara maksimal, bersihkan sampah-sampah di kali agar tidak menyangkut di saluran pompa hingga menyebabkan pompa tidak bekerja secara maksimal, dan bisa membuat pompa rusak, dan akhirnya kewalahan dalam menghadapi banjir yang datang," ketus Kent.

Menurut Kent, Suku Dinas Sumber Daya Air dan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) harus berkoordinasi dengan baik dalam penanganan banjir di Ibukota.

"Harus saling bersinergi dalam menangani banjir, misalkan petugas rumah pompa tugasnya membersihkan sampah yang menyangkut di saluran pompa air, dan tugasnya Lingkungan Hidup harus segera mengangkat sampah agar tidak menumpuk di sekitaran rumah pompa," tutur Kent.

Faktanya, sambung Kent, di lapangan petugas Lingkungan Hidup UPK Badan Air tidak standby 24 jam di rumah pompa dan hanya ada petugas rumah pompa yang bekerja mengangkat sampah jika air kiriman datang dengan membawa sampah padahal pekerjaan tersebut bukan tanggung jawab dari petugas rumah pompa.

"Temuan saya di lapangan, petugas LH UPK Badan Air jam 3 sore sudah pulang dan tidak standby 24 jam di rumah pompa, karena biasanya hujan besar dan rawan banjir terjadi pada tengah malam. Dan sampah akan terbawa dengan air kiriman secara bersamaan. Petugas harus fokus dan saling bersinergi dalam menangani banjir di ibukota," tuturnya.

Menurut Kent, sampah yang menumpuk di rumah pompa harus benar-benar diperhatikan agar tidak menghambat kerja dari pompa, dan jika dipaksakan akan membuat pompa air rusak.

"Jika sampah sudah masuk ke dalam saluran pompa, itu otomatis akan membuat kerja mesin pompa menjadi lambat, karena sampah yang menyangkut di saluran pompa, dan jika dipaksakan bekerja nanti jadi rusak," tegas Kent seperti dilansir Sindownews.com.

Dalam penanganan banjir di Jakarta, sambung Kent, harus dilakukan secara komprehensif mulai dari hulu hingga hilir.

Kata Kent, Pemprov DKI harus berpikir lebih luas, bukan hanya fokus pada penanganan banjir di Jakarta saja, tetapi wajib berkoordinasi dengan daerah-daerah penyangga seperti Bekasi, Bogor, dan Tangerang.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto