Netral English Netral Mandarin
09:44wib
Sejumlah Guru Besar meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Firli Bahuri Cs. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkelakar bakal menjadi tim sukses Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2024 mendatang.
Merasa Prihatin, Husin Alwi: Kapan Kita Libur Ngurusi Intoleran dan Radikalisme?

Kamis, 08-April-2021 13:11

Rekaman video sejumlah ormas saat mengusir acara kuda kepang
Foto : Suara Pakar
Rekaman video sejumlah ormas saat mengusir acara kuda kepang
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Husin Alwi Shihab selama ini dikenal sebagai sosok yang menolak terhadap praktik intoleran dan radikalisme.

Dalam cuitannya, Kamis (8/4/21), ia membuat pernyataan keprihatinan dengan maraknya intoleran yang hingga kini masih saja sering terjadi seolah tak memberi kesempatan untuk “libur”.

“Huft, uda pada liburan nih pondok. Kapan kita liburannya ngurusi intoleran dan radikalisme yah?” kata Husin menanggapi berita dari akun Pondok Pesantren Annuqayah @annuqayah.

Akun tersebut memberi kabar: “Liburan santri putri Pondok Pesantren Annuqayah, Kamis, 8 April 2021. Sesuai maklumat pengurus Pondok Pesantren Annuqayah, seluruh santri pulang dengan rombongan yang terkoordinasi oleh pesantren daerah masing-masing.”

Sementara sebelumnya, Husin Alwi secara khusus menanggapi aksi intoleran yang terjadi di Sumut.

“Terima kasih @DivHumas_Polri sdh tegas thd intoleran. Tangkap aja pak, jangan toleran thd intoleran. Mrk sdh mencederai Kebhinnekaan. Kuda Lumping itu budaya lokal yg hrs dilestarikan,” katanya.

Untuk diketahui, sebelumnya anggota Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara (Sumut) adu pukul dengan sejumlah warga saat membubarkan pertunjukan kuda kepang di Medan. 

Polisi mengatakan peristiwa itu berawal saat anggota FUI hendak membubarkan pertunjukan.

"Dari kronologi, ada warga kita nggak tahu dadakan atau bagaimana, bikin jaran kepang. Ya sudah, kemudian mungkin ada orang FUI membubarkan jadi ribut," ucap Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal AKP Budiman Simanjuntak, Rabu (7/4/2021).

Budiman tidak mengetahui proses pembubaran yang dilakukan anggota FUI. Dia mengatakan awalnya karena cekcok akibat pembubaran itu.

"Kita nggak tahu cara membubarkannya seperti apa, kurang sopan atau gimana. Awalnya ribut mulut jadi pukul-pukulan," katanya.

Akibat peristiwa itu, dua kubu yang terlibat adu pukul membuat laporan ke polisi. Hingga kini sudah ada 15 saksi yang diperiksa terkait kasus itu.

"Masih penyelidikan. Dua pihak saling lapor, dari dua pihak ini semuanya mungkin sudah ada 15 orang yang diperiksa," jelasnya.

Budiman juga membantah pernyataan Ketua FUI Sumut, Indra Suheri, yang menyebut FUI melakukan pembubaran atas permintaan kepala lingkungan (kepling) tempat pertunjukan kuda kepang. Dia mengatakan kepling seharusnya berkomunikasi dengan kelurahan, bukan FUI, jika ingin melakukan hal itu.

"Kalau kepling pasti tahu kalau minta membubarkan kegiatan begitu dia sama siapa. Kan bukan di bawah FUI dia kepling itu, kepling di bawah kelurahan, masa ke FUI, dari mana jalannya," paparnya.

Sebelumnya video pembubaran hingga adu pukul yang dilakukan anggota FUI Sumut itu viral. Pembubaran itu awalnya disebut karena FUI menolak kuda kepang dengan alasan syirik.

"Laskar Khusus Umat Islam FUI DPD Medan membubarkan pertunjukan seni budaya kuda kepang atau yang lazim disebut jaranan karena dianggap syirik," tulis pengunggah video.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (2/4) yang lalu. Adu pukul disebut terjadi karena pihak FUI meludahi salah seorang warga yang ikut menolak pembubaran pertunjukan.

Ketua FUI Sumut Indra Suheri membantah pihaknya melakukan pembubaran karena alasan syirik. Dia mengatakan pembubaran atas permintaan kepala lingkungan di lokasi pertunjukan kuda kepang karena tidak memiliki izin.

"Lokasi kejadian itu di Jalan Ringroad. Kebetulan kepling-nya kenal baik dengan orang FUI, jadi datanglah ke situ, karena kepling-nya tidak setuju. Karena tidak ada surat-surat yang boleh mempraktikkan jaran kepang di situ. Maka datanglah orang FUI ke situ sama kepling," kata Indra saat dihubungi.

"Karena nggak ada surat izin, apalagi ke kepolisian, diminta membubarkan diri secara persuasif," imbuhnya dinukil detik.com.

Indra mengatakan warga dan pemain kuda kepang tidak setuju dibubarkan sehingga terjadi keributan. Dia mengatakan ada anggotanya yang dipukul warga saat peristiwa itu.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto