Netral English Netral Mandarin
11:16wib
Sejumlah Guru Besar meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Firli Bahuri Cs. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkelakar bakal menjadi tim sukses Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2024 mendatang.
Husin Shihab Sentil Hakim yang Vonis Ringan Rizieq dengan Alasan Tokoh Agama yang Dikagumi Umat

Sabtu, 29-Mei-2021 17:48

Ketua Cyber Indonesia, Habib Husin Alwi Shihab
Foto : Istimewa
Ketua Cyber Indonesia, Habib Husin Alwi Shihab
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Salah satu poin pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Timur meringankan vonis terhadap terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam kasus kerumunan Megamendung, yakni HRS dianggap tokoh agama yang dikagumi umat.

Mengomentari hal itu, Ketua Cyber Indonesia, Habib Husin Alwi Shihab berpendapat bahwa alasan hakim kurang tepat.

Pasalnya, Habib Husin menyebut bahwa seorang tokoh agama hendaknya memberikan contoh yang baik kepada umat.

Sementara Habib Rizieq dinilainya tidak memberikan contoh yang baik lantaran kerap melontarkan kata-kata yang kurang pantas di tengah umat.

"Alasan Hakim ini kurang pas. Yang dimaksud tokoh agama itu kasih contoh yang baik kepada umat," tulis Habib Husin di akun Twitternya, dikutip netralnews.com Sabtu (29/5/2021).

"Mana ada tokoh agama melontarkan kata jorok ditengah umat?" sambung @HusinShihab.

Untuk itu, Habib Husin berpendapat bahwa jaksa penuntut umum (JPU) mesti mengajukan banding atas putusan hakim yang hanya memvonis denda Rp20 juta terhadap HRS.

"JPU harus banding karena vonis kurang dari 2/3 tuntutan," kata @HusinShihab.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis pidana denda sejumlah Rp20 juta terhadap mantan Pentolan FPI Rizieq Shihab dalam perkara kasus kerumunan massa di Megamendung.

Hakim menyatakan, Rizieq terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang melanggar kekarantinaan kesehatan sebagaimana diatur dalam Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana denda sejumlah Rp 20 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti denda pidana kurungan selama 5 bulan," kata Hakim Ketua Suparman Nyompa saat membacakan amar putusan di PN Jaktim, Kamis (27/5/2021).

Vonis hakim ini lebih rendah dibanding tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum yang meminta Rizieq dihukum pidana penjara selama 10 bulan dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Dalam pertimbangannya, hakim menyebut bahwa hal yang memberatkan terdakwa yakni Habib Rizieq sama sekali tidak mendukung program pemerintah dalam upaya mencegah penularan Covid-19.

Sementara untuk hal-hal yang meringankan terdakwa, hakim menilai Rizieq menepati janjinya mencegah massa simpatisan untuk tidak datang saat pemeriksaan perkara sehingga memudahkan petugas aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dan lancarnya persidangan.

Selain itu, Rizieq juga disebut sebagai tokoh agama yang dikagumi umat sehingga diharapkan bisa memberikan edukasi kepada umat agar mematuhi aturan yang dibuat pemerintah.

"Terdakwa adalah tokoh agama yang dikagumi umat sehingga diharapkan dapat memberikan edukasi kepada umat di kemudian hari untuk patuh pada aturan pemerintah demi kemashlahatan masyarakat," ungkap hakim.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli