3
Netral English Netral Mandarin
17:58 wib
Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Bali United dalam laga uji coba yang akan berlangsung hari ini. Pemerintah masih menganggap persoalan di tubuh Partai Demokrat yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang merupakan persoalan internal partai.
Duh, Hutang Bakrie Telecom 2.133 Kali Lipat dari Asetnya, Netizen: Gua Ngutang Mie Rebus aja Ga Karuan

Rabu, 20-January-2021 10:10

Hutang Bakrie Telecom 2.133 Kali Lipat dari Asetnya
Foto : Rivan Kurniawan
Hutang Bakrie Telecom 2.133 Kali Lipat dari Asetnya
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kondisi merana PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) saat ini ramai digunjingkan warganet. Pasalnya, sudah sahamnya berpotensi untuk dikeluarkan dari papan perdagangan saham (delisting), kondisi keuangannya juga mengkhawatirkan.

Jika dihitung utang BTEL mencapai 2.133 kali lipat dari asetnya.

Akun FB Mak Lambe Turah, Rabu (20/1/21) ikut bagikan tautan dan cuitannya dikomentari banyak netizen.

MLT: "Punya utang 2x lipat aja mumet ga karuan, apalagi ribuan kali lipat....alemoooongg."

Siti Mariah: "Aku yg gk punya utang tp ngutangin temen aja aku mumet mak karna di tagih susah bnget sdh hampir 2 thn padahal janji 1bln."

Tary Christian: "Gua ngutang ke warung bekas mie rebus plus telor ajja ga karuan, mo berangkat gawe lewat warung nunduk mulu ...nyari gang laen mana kaga ada, mana anak kost lagi. Ntr yee mpok aye belom gajian."

Jocodeco: "Yg penting mantunya happy trs."

Irma Handayani: "Maju ke persidangan ajukan proses pailit, kasih angpao semua majelis persidangan, sisanya hepi ending dahhh yaakkkk."

Mengutip keterbukaan informasi, Selasa (19/1/2021), total utang BTEL dalam laporan keuangan 2020 turun dari posisi 2019 sebesar Rp 13,35 triliun menjadi Rp 9,6 triliun. Namun jumlah aset BTEL turun drastis dari Rp 11,23 miliar menjadi Rp 4,5 miliar. Jika dihitung utang BTEL mencapai 2.133 kali lipat dari asetnya.

Perusahaan juga mengalami kerugian sebesar Rp 60,17 miliar. Catatan itu berbanding terbalik dengan capaian di 2019 yang berhasil menorehkan laba bersih Rp 7,17 miliar.

Pendapatan usaha bruto BTEL turun dari Rp 10 miliar menjadi Rp 8,1 miliar. Beban pokok turun dari Rp 6,25 miliar menjadi Rp 5 miliar, sehingga pendapatan usaha neto turun dari Rp 4 miliar menjadi Rp 3 miliar di 2020.

BTEL berhasil mengurangi total beban usaha dari Rp 27,3 miliar menjadi Rp 10,7 miliar. Namun beban keuangan perusahaan membengkak drastis dari hanya Rp 15 juta menjadi Rp 71,56 miliar.

Sebelumnya diberitakan saham BTEL berpotensi dikeluarkan dari papan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebab saham BTEL sudah disuspensi hampir dua tahun berturut-turut.

BEI mengumumkan bahwa saham BTEL sudah dibekukan selama 20 bulan dari 27 Mei 2019. Pembekuan saham BTEL akan mencapai 24 bulan atau dua tahun penuh pada 27 Mei 2021. Potensi delisting itu tertuang dalam Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham.

Dinukil Detik.com, pada Ketentuan III.3.1.2 berbunyi BEI dapat menghapus saham perusahaan tercatat apabila saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto