Netral English Netral Mandarin
10:53wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Ibarat Obat, PPKM Darurat Terasa Pahit Tapi Bisa Menyembuhkan Bangsa Ini

Rabu, 21-Juli-2021 21:45

Anggota Komisi VI DPR RI, Sonny T Danaparamita
Foto : Istimewa
Anggota Komisi VI DPR RI, Sonny T Danaparamita
27

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi VI DPR Sonny T Danaparamita mengomentari keputusan pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 25 Juli 2021.

Sonny mengatakan, meskipun perpanjangan PPKM Darurat akan berdampak dan menambah beban masyarakat menjadi lebih berat, namun demi terputusnya mata rantai penyebaran Covid-19 hal ini harus dijalani.

"Pemerintah telah mengatakan bahwa meskipun kebijakan ini sangat berat, namun harus dilakukan demi mengurangi penularan dan menurunkan jumlah pasien yang harus ke rumah sakit," kata Sonny dalam keterangannya, Rabu (21/7/2021).

"Tentang hal ini, kita semua sudah menyaksikan bagaimana situasi rumah sakit di seluruh Indonesia yang sudah  kelebihan kapasitas dalam melaksanakan tugas-tugasnya," sambungnya.

Soni memaparkan kembali apa yang disampaikan Presiden Joko widodo (Jokowi) pada Selasa (20/7/2021) kemarin bahwa PPKM Darurat akan dibuka secara bertahap mulai 26 Juli 2021, jika kasus Covid-19 mengalami tren penurunan beberapa hari ke depan.

"Terkait dengan berjalannya roda perekonomian dan kebutuhan hidup sehari-hari bagi masyarakat dalam masa perpanjangan ini, pasar tradisional dan para pelaku UMKM masih boleh berjualan," ucap dia.

"Namun demikian, waktu dan pengunjungnya dibatasi serta dilaksanakan dengan prokes yang ketat. Secara teknis pemerintah daerah yang akan mengaturnya," terang Sonny.

Kemudian bagi masyarakat yang menjalani isoman, Pemerintah telah menyiapkan 2 juta paket obat. Sedangkan untuk masyarakat terdampak, pemerintah juga telah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp. 55, 21 triliun.

Terkait semuanya itu, Sonny menyampaikan bahwa PPKM Darurat tentu terasa pahit bagi semua rakyat Indonesia, namun kebijakan itu dibuat semata-mata untuk menyembuhkan bangsa ini dari pandemi Covid-19.

"Kebijakan itu tentu pahit. Bukan hanya bagi rakyat kecil, tapi juga bagi semua rakyat Indonesia. Semoga saja, kebijakan yang pahit ini laksanaka obat ataupun jamu yang dapat menyembuhkan kita semua," ujar politisi PDIP itu.

"Sebagaimana yang saya katakan, bahwa Covid 19 tidak mengenal SARA. Untuk menghadapinya kita perlu kerja sama.Badai yang kita hadapi tidak berbeda. Kita harus kompak dalam satu kapal yang sama," pungkas Sonny. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P