Netral English Netral Mandarin
02:05wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Ibas Disentil, Anak Buah AHY Bereaksi, Andre Rosiade Tantang Adu Kinerja

Sabtu, 10-Juli-2021 15:40

Politisi Gerindra, Andre Rosiade
Foto : Istimewa
Politisi Gerindra, Andre Rosiade
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade perang cuitan atau Twitwar dengan para kader Partai Demokrat (PD).

Hal itu bermula dari komentar Andre soal pernyataan Waketum PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang khawatir Indonesia disebut bangsa gagal (failed nation) karena ketidakmampuan negara menyelamatkan rakyat dari pandemi Covid-19.

Andre dalam komentarnya mengajak Ibas yang juga anggota Komisi VI DPR untuk menghadiri rapat komisi di Senayan dan berbuat nyata daripada 'teriak-teriak' di luar.

"Saya sebagai sesama anggota komisi VI, saya mengajak Mas Ibas untuk hadir dalam rapat-rapat di Komisi VI dengan mitra-mitra kita. Hadir ini bisa hadir secara fisik maupun secara virtual," kata Andre kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).

"Jadi, daripada berteriak di luar, lebih baik Mas Ibas hadir dalam rapat. Kan sayang sekali, Mas Ibas dipilih oleh ratusan ribu orang tapi Mas Ibas tidak hadir dalam rapat. Sekali lagi, hadir bisa bisa secara fisik maupun virtual," ungkap Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat itu.

Pernyataan Andre itu direspons oleh para kader Demokrat, salah satunya Ketua Bappilu PD Andi Arief. Ia menyebut kader Demokrat tak asal bicara, sebab mereka aktif berdiskusi dengan ahli ekonomi dan para ahli kesehatan.

"Kader Partai Demokrat tidak asal bicara. Kami diskusi rutin dengan para ahli ekonomi, ahli kesehatan dll. Memutuskan untuk ingatkan bahaya sebagai negara gagal punya dasar kuat, bayangkan kalau puncak pandemi kasus menimpa di atas 700 ribu per hari? Bro @andre_rosiade harus aware dengan ini," tulis Andi di akun Twitter-nya, @Andiarief_, Kamis (8/7/2021).

Cuitan Andi Arief itu ramai dikomentari netizen, salah satunya akun @ajengcute16_ yang merupakan pendukung Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Akun tersebut melontarkan sindiran dengan menyebut Andre sebagai orang yang tidak berguna dan cuma menjadi beban bagi rakyat dan negara.

"Orang ga berguna macam Andre yang cuma jadi beban Rakyat dan negara,  ga bakal paham aware dengan keadaan rakyat. Boro-boro bersuara buat rakyat," kata @ajengcute16_.

Membalas sindiran itu, Andre Rosiade pun menantang para kader Demokrat untuk adu kinerja, baik itu di DPR maupun membantu rakyat di dapil masing-masing.

"Boleh di adu sama Kader anda. Mau kerja di DPR atau bantu Rakyat di Dapil. Saya tunggu adu Kinerjanya dengan Rekam Jejak yang jelas," balas @andre_rosiade.

Lebih lanjut, anak buah Prabowo Subianto itu juga mengaku heran dengan para kader Demokrat yang merasa tersinggung hanya karena dirinya mengajak Ibas untuk hadir di rapat Komisi VI.

"Tapi ada yang Aneh. Ngajak Rapat aja kok pada ngamuk sih he..he..he," sentil @andre_rosiade.

Balasan Andre itu kembali ditanggapi oleh akun @ajengcute16_. Ia berpendapat kalau Andre seperti 'kelojotan' lantaran AHY dan Ibas bersuara membela rakyat dan mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).  

Bahkan, akun yang diduga milik kader Demokrat itu menuding sikap Andre Rosiade seperti para pendengung bayaran (buzzeRp).

"Terus gw harus bilang wow gitu?. Ibas sama Ketum gue bersuara bela Rakyat aja kelen udah kek orang kebakaran Rambut," kata @ajengcute16_.

"Gaya kelen udah kek Buzzerp, da yang kritik Pemerintah JKW langsung kelen kelojotan," sindir @ajengcute16_.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P