Netral English Netral Mandarin
00:48 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Ibu dan Anak Positif COVID-19 dengan Komorbid Hipertensi di Tulungagung Meninggal Dunia

Jumat, 11-December-2020 19:40

Ilustrasi pasien di ruang isolasi.
Foto : Istimewa
Ilustrasi pasien di ruang isolasi.
16

TULUNGAGUNG, NETRALNEWS.COM - Dua pasien yang terdiri dari ibu dan anak asal Pakel, Tulungagung, Jawa Timur meninggal dalam status terkonfirmasi positif COVID-19 sejak sepekan terakhir.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung, Galih Nusantoro menjelaskan, dua pasien konfirmasi positif yang meninggal itu adalah  WSH (72) dan DMN (51).

"WSH ini meninggal lebih dulu pada Senin (7/12), disusul putrinya DMN yang meninggal," kata Galih, Jumat (11/12/2020).



Namun, DMN lebih dulu terkonfirmasi positif COVID-19, tepatnya sejak 3 Desember 2020.

"Ibunya (WSH) kemungkinan tertular dari anaknya ini dan meninggal," kata Galih.

Kondisi DMN mengalami penurunan pada dua hari sebelum dinyatakan meninggal pada 9 Desember.

Komplikasi penyakit atau komorbid hipertensi yang dideritanya sejak sebelum terpapar COVID-19 membuat daya tahan tubuhnya terus menurun.

DMN meninggal hanya selang dua hari setelah kepergian ibundanya, WSH karena komorbid yang sama.

"Saat ini pasien meninggal menjadi 11 orang,” kata Galih.

Selain tambahan kasus pasien meninggal, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengkonfirmasi 14 tambahan baru pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dan tujuh pasien sembuh.

Dengan penambahan ini total ada 722 orang dengan 629 dinyatakan sembuh.

Ada 59 orang dirawat, sisanya menjalani isolsi dan karantina. Angka kesembuhan pada hari ini sebesar 87 persen (629/722).

"Tetap jaga kesehatan, patuhi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," kata Galih, seperti dilansir Antara.

Ia mengingatkan, kasus penularan COVID-19 di Kabupaten Tulungagung saat ini sudah merambah pada penularan dalam keluarga. Pola transmisi ini meningkatkan risiko terjadinya klaster keluarga.

Ketaatan dalam melaksanakan protokol kesehatan masih menjadi kunci awal pencegahan COVID-19 agar tidak meluas.

Sebelumnya, seorang dokter di Tulungagung, Rahmad Tubagus juga meninggal akibat COVID-19 pada Selasa (8/12/20).

Dari 11 pasien meninggal, lima di antaranya adalah tenaga kesehatan.

Selain TBG, tenaga kesehatan yang meninggal akibat COVID-19 adalah DMJ asal Kecamatan Kota, LTP dan STR dari Kecamatan Kedungwaru dan TRS dari Kecamatan Karangrejo.
 

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP