Netral English Netral Mandarin
03:03wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
Ibu Hamil Sudah Boleh Vaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

Selasa, 03-Agustus-2021 14:05

Ibu hamil boleh vaksin dengan berbagai syarat.
Foto : Keep Healthy
Ibu hamil boleh vaksin dengan berbagai syarat.
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Ada kabar baik bahwa ibu hamil di Indonesia sudah melakukan Vaksinasi Covid-19. Vaksin yang boleh diberikan pada ibu hamil diantaranya adalah Pfizer, Moderna, dan Sinovac. 

Hal ini diperbolehkan menyusul telah keluarnya Surat Edaran HK.02.01/I/2007/2021 Tentang Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Surat edaran tersebut resmi dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Peyakit.

Seperti yang dirangkum oleh dr Adam Prabata PhD Candidate in Medical, ibu hamil sendiri dapat divaksinasi muldai dari trimester kedua kehamilan. Jika usia kehamilan kurang dari 13 minggu, maka vaksinasi ditunda. 

“Pemeriksaan yang dilakukan sebelum vaksin meliputi suhu, yang harus di bawah 37,5 derajat celcius. Apabila suhu di atas angka tersebut maka vaksinasi akan ditunda sampai suhu tubuh normal,” ujar dr Adam, dikutip dari infografisnya, Selasa (3/8/2021).

Selain itu tekanan darah, harus di bawah 140/90 mmHg. Apabila hasilnya di atas angka tersebut, maka diulang lima sampai 10 menit kemudian. Vaksinasi juga perlu ditunda apabila tekanan darah masih tinggi. Sedangkan bila pernah terkena Covid-19, maka vaksinasi ditunda sampai tiga bulan setelah sembuh. 

Vaksinasi juga harus ditunda dan dirujuk ke rumah sakit bila ada keluhan dan tanda preeklampsia saat kehamilan. Misalnya saja dengan alami kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, pandangan kabur dan tekanan darah di atas 140/90. 

Untuk kasus autoimu, seperti lupus, vaksinasi tetap dapat diberikan. Catatannya bida dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut. Hal ini juga berlaku pada ibu hamil dengan penyakit penyerta seperti jantung, asma, hipertiroid, hipotiroid, diabetes melitus, penyakit paru, penyakit hati, penyakit ginjal kronik dam HIV/AIDS. 

Vaksinasi perlu ditunda dan di rujuk ke rumah sakit apabila sedang mendapatkan pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, defisiensi imun dan penerima produk darah atau transfusi. Juga pada ibu hamil yang sedang mendapat pengobatan immunisuppressant, seperti kortikosteroid dan kemoterapi. 

 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani