3
Netral English Netral Mandarin
01:35 wib
Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Bali United dalam laga uji coba yang akan berlangsung hari ini. Pemerintah masih menganggap persoalan di tubuh Partai Demokrat yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang merupakan persoalan internal partai.
IDI: Dengan Vaksin, Dunia Bisa Ubah Covid-19 Jadi Penyakit Mirip Flu Musiman

Minggu, 07-Februari-2021 14:10

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD
Foto : Istimewa
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD mengatakan, dengan vaksin, dunia itu bisa mengubah Covid-19 menjadi penyakit yang mirip flu musiman. 

Virus corona diakui mungkin masih ada dan menginfeksi orang. Tapi vaksin dapat membuat Covid-19 tak lagi menyebabkan rumah sakit penuh dan kewalahan.

"Saya optimistis itu terjadi. Kenapa? Dari sejarahnya kan vaksin sudah terbukti," tegas Prof Zubairi, dikutip dari cuitannya, Minggu (7/2/2021).

Pernyataan ini disampaikan menyusul program yang sedang berjalan di Indonesia, vaksinasi. Lantas timbul pertanyaan apakah vaksinasi bisa mengakhiri pandemi Covid-19.

Tetapi yang jadi diskursus harusnya bukan melulu vaksin membentuk herd immunity. Menurutnya itu menjadi persoalan belakangan. Hal yang krusial ialah vaksin mencegah orang tidak sakit parah hingga butuh perawatan di rumah sakit.

Satu contoh saja dari uji klinis vaksin Johnson & Johnson yang mengklaim 85 persen berhasil melindungi orang dari penyakit parah. Alhasil, tak ada satu orang pun yang menerima vaksin itu dirawat di rumah sakit. 

"Tentunya ada uji vaksin lain dengan hasil beda. Ini contoh saja," kata dia.

Hal yang patut dicatat menurut Prof Zubairi, Indonesia beruntung mendapatkan stok banyak vaksin dari Sinovac. Sementara di Eropa justru kebingungan karena lambat memesan vaksin dan malah menyalahkan produsen vaksin AstraZeneca, ketika persediaan tertunda. "Mereka panik sekarang," sambung dia.

"Situasi terkini. Negara barat mulai mengakui kesigapan negara-negara Asia seperti Indonesia," ujar dia.

Bahkan, opini di The New York Times menyatakan bahwa inilah saatnya mempercayai vaksin dari Tiongkok dan Rusia. Pasalnya, vaksin dari dua negara ini terbukti bekerja dengan baik.

Bahkan, jurnal medis terkemuka The Lancet menerbitkan laporan vaksin Sputnik V yang memiliki tingkat kemanjuran 91,6 persen.

Tentu saja, tetap diperlukan protokol kesehatan yang ketat bersamaan dengan testing dan pelacakan kontak yang harus ditingkatkan. Bukan berarti sudah melaksanakan vaksinasi merasa sudah kembali ke kehidupan pra-pandemi. "Itu salah," sambung dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli