3
Netral English Netral Mandarin
16:54 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
IDI: GeNose Tidak Bisa Gantikan PCR, Ini Alasannya

Jumat, 05-Februari-2021 17:15

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD
Foto : Istimewa
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Beredar pertanyaan di tengah masyarakat, apakah GeNose bisa mengganti swab test dengan PCR. Seperti diketahui swab PCR kini menjadi gold standard pendeteksian Covid-19.

Mengetahui hal ini, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD angkat bicara. 

 

Menurut Prof Zubairi, inovasi ini tidak salah dilakukan. Tapi untuk diterapkan masif, GeNose menurutnya harus melewati clinical trial terlebih dahulu.

 

"Dan GeNose ini belum teruji keilmuannya. Jadi tak bisa gantikan PCR," tegas dia, dikutip dari cuitannya, Jumat (5/2/2021).

 

Dilansir dari laman UGM, alat pendeteksi virus corona bernama GeNose, yang dibuat oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM), resmi mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan.

 

Salah satu anggota Tim Pengembang GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra, menjelaskan alat tersebut mengidentifikasi virus corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC).

 

Dian mengatakan, VOC terbentuk lantaran adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas. Orang-orang yang akan diperiksa menggunakan GeNose, terlebih dahulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus.

 

Sensor-sensor dalam tabung itu lalu bekerja mendeteksi VOC. Kemudian, data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil.

 

Dalam waktu kurang dari 2 menit, GeNose bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif Covid-19.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati