Netral English Netral Mandarin
22:33wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Sebut Gelombang COVID-19 di Juni-Juli 2021 Periode Traumatis, IDI: Jangan Terulang Lagi

Kamis, 07-Oktober-2021 22:40

Pemberlakuan PPKM darurat karena merebaknya kasus COVID-19 secara masif.
Foto : Antara
Pemberlakuan PPKM darurat karena merebaknya kasus COVID-19 secara masif.
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Mahesa Paranadipa berharap tidak terjadi gelombang ketiga kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia.

"Meskipun kita sudah melewati gelombang ke-2 dan ada prediksi gelombang ke-3 dan seterusnya, tentu kita berharap tidak akan terjadi hal tersebut," kata Mahesa dalam Serial Webinar Tim Mitigasi PB IDI bertajuk "Akselerasi Program Vaksinasi untuk Indonesia Sehat, Indonesia Tangguh" yang diikuti di Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Menurutnya, pengalaman para tenaga kesehatan menangani pasien COVID-19 selama puncak gelombang kedua pada Juni hingga Juli 2021 telah memberikan pelajaran yang berharga.

"Periode Juni-Juli yang lalu merupakan periode traumatis yang mungkin kita semua alami ya, khususnya kita-kita yang berkecimpung di pelayanan. Bagaimana kita menghadapi situasi gelombang yang luar biasa, pasien-pasien bergelimpangan, tenaga kesehatan berguguran dan ini kita tidak ingin terulang kembali," sebutnya.

Pihaknya mengapresiasi diberikannya vaksin ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan. Namun Mahesa lebih mendorong pemerataan vaksinasi COVID-19 di masyarakat sehingga cepat terbentuk kekebalan kelompok.

"Program-program yang diselenggarakan oleh pemerintah terkait dengan vaksinasi ini terus kita dukung. Khusus untuk tenaga kesehatan walaupun sudah ada vaksinasi booster, namun yang kita dorong adalah cakupan vaksinasi untuk seluruh masyarakat," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Mahesa berharap dengan semakin banyaknya warga yang sudah divaksin akan menurunkan jumlah kasus baru.

"Dengan cakupan vaksinasi yang cukup luas, imunitas komunal terbentuk, herd immunity terbentuk, kita berharap kasus-kasus baru tidak ada lagi," katanya. 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP