Netral English Netral Mandarin
22:16 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Selasa Pagi IHSG Berpeluang Menguat, Ini Faktor Pendorongnya

Selasa, 05-January-2021 09:39

Ilustrasi IHSG
Foto : Istimewa
Ilustrasi IHSG
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (5/1/2021), berpeluang menguat di tengah koreksi bursa saham kawasan Asia.

IHSG dibuka menguat tipis 0,9 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.105,79. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,19 poin atau 0,02 persen ke posisi 958,84.

 



"IHSG diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan hari ini di tengah beragamnya sentimen-sentimen dari pasar," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah dalam laporannya di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Dari eksternal, indeks Wall Street pada perdagangan Senin (4/12/2020) kemarin ditutup melemah. Sedangkan indeks bursa regional Asia hari ini diperkirakan bergerak beragam.

Kalangan analis berpendapat, China tidak akan mengambil langkah signifikan untuk membalas tindakan Bursa New York (NYSE) yang men-delisting tiga perusahaan telekomunikasi China.

Sebelumnya, China mengancam akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingan perusahaannya setelah Bursa Efek New York menghapus tiga perusahaan telekomunikasi China yang menurut AS memiliki hubungan militer.

Sementara itu, varian virus corona COVID-19 yang teridentifikasi di Afrika Selatan, dinilai lebih problematik dibandingkan varian yang ditemukan di Inggris. Kedua varian baru tersebut terus menyebar dengan cepat.

Dari Jepang, Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga mempertimbangkan keadaan darurat COVID-19 di sebagian besar wilayah Tokyo, menyusul gelombang ketiga kasus infeksi virus corona yang sangat parah.

Dari domestik, pemerintah akan melakukan vaksinasi COVID-19 yang dijadwalkan dimulai pada pertengahan Januari 2021 atau pekan depan.

Sedangkan inflasi pada Desember 2020 sebesar 0,45 persen, sehingga sepanjang tahun lalu inflasi hanya mencapai 1,68 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 60,74 poin atau 0,22 persen ke 27.197,64, indeks Hang Seng turun 242,97 poin atau 0,88 persen ke 27.229,84, dan indeks Straits Times terkoreksi 15,68 atau 0,55 persen ke 2.843,22.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli